Makanan Ini Mampu Mempertajam Kemampuan Otak Lho

Makanan Ini Mampu Mempertajam Kemampuan Otak Lho Sumber : Istimewa

Winnetnews.com - Tubuh dan juga otak membutuhkan asupan yang bergizi sebagai bahan bakar dalam beraktivitas. Apalagi bagi kamu para profesional yang setiap harinya dituntut untuk menghasilkan keputusan-keputusan penting. Konsumsi makanan bergizi secara berkesinambungan seharusnya sudah menjadi bagian dari menu sehari-harimu, walaupun terkadang makanan atau minuman yang kamu anggap masuk dalam kategori sehat, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Agar lebih jelas apa saja yang termasuk dalam kategori Brain Food ini, simak penjelasan berikut.

1. Air putih.

Kamu sering mendengar orang bilang ‘banyak minum air putih!’? Itu karena setiap bagian tubuh manusia termasuk otak, membutuhkan air untuk bekerja. Sekitar ¾ bagian dari otak bahkan terdiri dari air. Selain air putih, kamu juga dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh dari buah-buahan seperti semangka atau mentimun.

2. Kacang-kacangan.

Kacang-kacangan merupakan sumber vitamin E yang baik selain sayuran berdaun hijau, asparagus, minyak zaitun, biji-bijian, telur, beras merah, dan gandum utuh. Salah satu penelitian yang diterbitkan “American Journal of Epidemiology” menunjukkan bahwa mencukupi kebutuhan vitamin E dapat membantu mencegah penurunan fungsi kognitif, terutama pada orang berusia lanjut.

3. Tomat.

Karotenoid yang banyak ditemukan pada kulit tomat dapat meningkatkan fungsi kognitif dan ingatan jangka panjang. Tomat juga merupakan salah satu zat yang antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang menyebabkan demensia dan alzheimer.

4. Kunyit.

Kunyit mengandung antioksidan curcumin yang memiliki fungsi anti inflamasi, dapat meningkatkan ingatan, serta menstimulasi pembentukan sel baru pada otak. Penelitian menunjukkan bahwa curcumin membantu mencegah akumulasi beta amiloid yang mengganggu fungsi otak pada penderita alzhaimer.

5. Brokoli.

Brokoli kaya akan vitamin K yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak sehingga berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk menyerap dan mengingat instruksi verbal. Brokoli juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat melindungi sel otak dari kerusakan, serta mengandung kolin yang berperan penting dalam pembentukan sel-sel baru pada otak.

6. Sayuran berdaun gelap atau hijau.

Sayuran apapun yang berdaun hijau, terutama bayam, daun singkong, kangkung, dan sawi mengandung zat besi yang banyak. Mencukupi kadar zat besi dapat mengembalikan kemampuan otak. Penelitian bahkan memperlihatkan bahwa kekurangan zat besi pada tingkat rendah dapat mempengaruhi kemampuan belajar, mengingat, dan memperhatikan.

7. Gandum murni.

Sebagai salah satu sumber karbohidrat kompleks, roti dari gandum murni lebih lambat dicerna. Gandum utuh juga memiliki indeks glikemik rendah sehingga kadar glukosa Anda lebih terkontrol.

Ini berguna untuk menjaga agar asupan energi tetap terjaga sepanjang hari. Selain gandum, oatmeal, dan beras merah juga merupakan alternatif asupan karbohidrat.

8. Salmon.

Salmon adalah sumber terbaik dari asam lemak omega-3 (DHA dan EPA) yang berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Penelitian baru-baru ini juga menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan asupan asam lemak omega-3 lebih banyak, diketahui berpikiran lebih tajam dan memperoleh hasil memuaskan pada uji kemampuan.

9. Cokelat.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan polifenol flavonoid pada cokelat berpotensi melindungi otak dari kerusakan akibat neurotoksin, menekan peradangan, meningkatkan ingatan, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif. Mereka yang meminum cokelat setiap hari selama 8 minggu memiliki kemampuan mengingat, kelancaran lisan, dan nilai tes kognitif yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

10. Teh hijau.

Studi dari University of Basel yang dimuat dalam jurnal “Psychopharmacology” mengungkap jika konsumsi teh hijau dapat meningkatkan fungsi kognitif, terutama kemampuan mengingat. Peneliti mengatakan jika teh hijau mampu meningkatkan sambungan sinaptik jangka pendek antar otak sehingga orang dapat belajar lebih cepat.