Makanan Olahan 'Palm Oil Free' Bakal Dilarang Beredar? Ini Penjelasan BPOM

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Makanan Olahan 'Palm Oil Free' Bakal Dilarang Beredar? Ini Penjelasan BPOM Ilustrasi makanan berlabel 'Palm Oil Free'. (Foto: gapki.id)

Winnetnews.com -  Makanan olahan berlabel 'bebas minyak sawit' (Palm Oil Free) bakal dilarang peredarannya di Indonesia. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai regulator dalam hal pengawasan makanan menilai label tersebut melanggar aturan.

Adapun detail larangan tersebut tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Dalam Pasal 67 Bagian F disebutkan bahwa pengusaha dilarang mencantumkan pernyataan yang memuat ketiadaan suatu komponen yang secara alami tidak ada dalam pangan olahan, kecuali ada data pendukung atau standar umum pangan olahan yang mengandung komponen tersebut.

Produsen harus mencantumkan data kandungan produk tersebut agar terdapat bukti saintifik. Dengan begitu, produsen diharapkan tidak hanya mengikuti tren kesehatan saat ini.

"Berdasarkan aturan BPOM yang ada, dilarang mencantumkan pernyataan tidak mengandung sesuatu," kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Penny menambahkan, larangan pencantuman logo tidak mengandung bahan tertentu juga berlaku bagi bahan lainnya, seperti gluten dan monosodium glutamate (MSG). Namun berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Nomor 13 Tahun 2016, pencantuman klaim bebas gluten dapat dilakukan dengan pemenuhan persyaratan.

Oleh karena itu, BPOM menegaskan produk yang berlabel Palm Oil Free merupakan produk ilegal. Adapun, larangan produk berlabel Palm Oil Free tersebut berlaku produk impor dan produksi dalam negeri.

Untuk produksi dalam negeri, produk tersebut umumnya buatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan izin edar dari Dinas Kesehatan masing-masing daerah. Produsen seharusnya berkoordinasi dengan Balai BPOM yang berada di setiap daerah.

"Harusnya produsen paham ada regulasi seperti ini," ujarnya.

Ke depan, BPOM akan mengedukasi masyarakat agar tidak membeli produk tersebut hanya karena mengikuti tren. Sebab, hal ini bisa berdampak besar terhadap industri minyak sawit di dalam negeri.

"Ini akan menjadi upaya edukasi dan sosialisasi bersama," ujarnya.

Sebagai informasi, industri kelapa sawit tengah menghadapi masalah pencantuman label Palm Oil Free. Pada 2018, Indonesia telah meminta pelabelan bebas minyak sawit itu dihentikan. Hal ini disampaikan melalui pertemuan Komite Hambatan Teknis Perdagangan Barang (TBT) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Swiss.

Apa Reaksi Kamu?