(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Makin Banyak Perangkat Smart Home yang Terserang Malware

Rusmanto
Rusmanto

Makin Banyak Perangkat Smart Home yang Terserang Malware ilustrasi

WinNetNews.com - Jumlah malware yang menyerang perangkat Internet of Things (IoT) pada semester pertama tahun 2018 meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat dari total malware yang menyerang IoT pada tahun lalu.

Menurut penelitian Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber, terdapat lebih dari 120 ribu malware yang menargetkan perangkat IoT pada semester pertama tahun 2018.

Kaspersky juga mengatakan, ada tren peningkatan malware IoT dari tahun ke tahun. Pada 2017, jumlah modifikasi malware IoT naik 10 kali lipat jika dibandingkan dengan pada 2016. Tahun ini, angka itu kembali naik. 

image0

Sekarang pasar perangkat IoT tengah berkembang. Bagi kriminal siber, ini merupakan kesempatan untuk menyerang perangkat IoT dan mendapatkan keuntungan finansial. 

"Bahkan jika para vendor perangkat IoT mulai melengkapi perangkat mereka dengan keamanan yang lebih baik, maka masih akan perlu waktu sampai mengganti perangkat yang menua di rumah," kata Mikhail Kuzin, peneliti keamanan di Kaspersky Lab.

"Selain itu, varian malware IoT dapat menyesuaikan dan berkembang dengan sangat cepat, sementara aktivitas yang dieksploitasi sebelumnya belum diperbaiki, para pelaku kejahatan siber terus-menerus menemukan cara baru."

Para kriminal siber membuat modifikasi malware yang akan melakukan serangan menggunakan perangkat smart home yang mungkin terlihat tidak berbahaya. Seperti mesin cuci pintar misalnya.

Biasanya, perangkat IoT akan dimanfaatkan oleh kriminal siber untuk menambang cryptocurrency, melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) dan juga menjalankan botnet. 

Untuk mempelajari kegiatan para hacker, Kaspersky Lab menyediakan perangkat umpan yang bertujuan untuk menarik para pelaku serangan siber. Dari penelitian ini, mereka menemukan bahwa metode serangan yang paling sering digunakan adalah brute force.

Brute force adalah metode untuk menemukan password sebuah perangkat dengan mencoba berbagai kombinasi kata sandi. Menurut Kaspersky Lab, 93 persen serangan menggunakan metode brute force. 

Sementara perangkat yang paling sering menyerang umpan itu adalah router. Sebanyak 60 persen dari seluruh serangan berasal dari router. Selain itu, beberapa perangkat lain yang digunakan untuk menyerang adalah perangkat DVR, printer hingga mesin cuci. 

Jika dibandingkan dengan komputer atau smartphone, daya komputasi perangkat IoT memang jauh lebih kecil, kata Kuzin. Namun, jumlahnya yang jauh lebih banyak tetap memungkinkan hacker untuk memanfaatkan perangkat IoT untuk melakukan serangan siber.

Motivasi para kriminal siber beragam. Motivasi utama para kriminal siber menyerang perangkat IoT adalah untuk membuat botnet untuk melakukan serangan DDoS.

Selain itu, mereka juga melakukan serangan untuk mematikan malware pesaingnya, memperbaiki kelemahan pada teknik serangannya dan mematikan layanan yang rentan akan serangan. (metrotvnews)
 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});