Makin Panas! Jhoni Allen Sebut SBY Bukan Pendiri Partai Demokrat
Eks politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun (Foto: detikcom)

Makin Panas! Jhoni Allen Sebut SBY Bukan Pendiri Partai Demokrat

Senin, 1 Mar 2021 | 13:20 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Mantan kader Partai Demokrat yang dipecat lantaran isu kudeta, Jhoni Allen Marbun mengungkapkan sejumlah fakta sejarah Partai Demokrat. Menurutnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak beradarah-darah memperjuangkan Partai Demokrat untuk bisa lolos Pemilu 2004.

Jhoni juga menyinggung eksistensi Partai Demokrat yang dicap masyarakat sebagai partai dinasi keluarga. Menurut Jhoni, hal tersebut baru pertama kali di Indonesia.

"Sudah tertanam di masyarakat bahwa Partai Demokrat telah dicap sebagai partai dinasti sejak KLB pertama di Bali tahun 2013, di mana Bapak SBY menjadi ketua umum dan anak kandungnya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, sebagai Sekjen Partai Demokrat. Ini baru pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia, di mana pengurus partai politik, Partai Demokrat, bapaknya SBY ketua umum dan anaknya sebagai sekjen," kata Jhoni Allen dalam video berdurasi 09.25, seperti dilihat Winnetnews, Senin (1/3).

Lebih lanjut, Jhoni menyebut SBY telah mengingkari fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat.

Ia mengatakan fakta yang sesungguhnya bahwa sejak Partai Demokrat diaktanotariskan oleh 99 pendiri di Jakarta, muncullah para pendiri partai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Para pendiri ini, lanjut Jhoni yang kemudian bersama-sama berjuang meloloskan Demokrat dalam Pemilu 2004. 

"Saya dan para pendiri beserta para senior partai adalah pelaku sejarah Partai Demokrat. Saya menyatakan bahwa di dalamnya perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah bekerja keras tidak mengenal lelah dan waktu untuk bekerja bersama-sama meloloskan Partai Demokrat pada verifikasi KPU sehingga menjadi peserta Pemilu 2004," ucap Jhoni Allen.

"Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan," tegasnya.

Jhoni menyebut bahwa SBY baru bergabung dengan Partai Demokrat usai dinyatakan lolos verifikasi pemilu.

"SBY bergabung dengan Partai Demokrat setelah lolos verifikasi KPU dengan memasukkan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sebagai salah satu wakil ketua umum dan hanya menyumbang uang 100 juta rupiah dalam bentuk 4 lembar travel check yang di Hotel Mirah Bogor," ucap Jhoni Allen.

"Pak SBY setelah mundur dari kabinet Ibu Megawati baru muncul pada acara Partai Demokrat di Hotel Kinasih di Bogor di mana saat itu saya ketua panitianya. Ini menegaskan bahwa SBY bukan pendiri Partai Demokrat," sebut Jhoni Allen.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...