Mal di Rusia Terbakar, Petugas Sengaja Matikan Alarm?
ilustrasi

Mal di Rusia Terbakar, Petugas Sengaja Matikan Alarm?

Selasa, 27 Mar 2018 | 08:17 | Rusmanto

WinNetNews.com - Temuan awal investigasi penyebab kebakaran di Mal Rusia menyebutkan jika penjaga keamanan sengaja mematikan alarm peringatan kebakaran dan menutup pintu darurat. Empat orang telah ditahan polisi untuk dimintai keterangan.

Kebakaran ini merupakan yang terparah sejak Uni Soviet pecah. Presiden Rusia Vladimir Putin, yang baru saja terpilih kembali, telah mengucapkan bela sungkawanya atas insiden ini.

Komite Investigasi Rusia, yang biasa menangani kasus besar, mengatakan telah membawa pemilik mal dan penjaga keamanan untuk dimintai keterangan. Penjaga keamanan diduga mematikan sistem alarm setelah mengetahui kobaran api. 

"Pelanggaran serius (hukum) terjadi ketika mal itu sedang dibangun dan ketika mal sedang berfungsi. Pintu keluar api diblokir," kata juru bicara komite, Svetlana Petrenko, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Reuters, Selasa (27/3/2018).

Empat orang telah ditahan terkait peristiwa ini, termasuk di antaranya dua karyawan perusahaan yang menangani alarm peringatan kebakaran. Tim layanan darurat menyebutkan jika mereka telah memadamkan api, namun kemudian api itu kembali menyala dan merembet, dan para anggota tim berusaha untuk menyelamatkan korban dari atap bangunan yang mulai runtuh.

Menteri Kesehatan Veronika Skortsova mengatakan bahwa 13 orang berada di rumah sakit, termasuk seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang dalam kondisi serius. Media Rusia mengatakan bocah itu melompat dari jendela dan kedua orang tuanya telah tewas.

Data terbaru jumlah korban tewas bertambah menjadi 64 orang. Hingga kini masih banyak jenazah yang belum bisa diidentifikasi. Otoritas setempat menyebutkan jika para jenazah itu hanya bisa diidentifikasi lewat tes DNA. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...