Malas Bermacet-macetan, Pria Ini Rancang Helikopter
Sumber: HAI

Malas Bermacet-macetan, Pria Ini Rancang Helikopter

Selasa, 5 Nov 2019 | 15:43 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Kemacetan yang sering terjadi di jalur Jalan Raya Bogor – Sukabumi kerap kali membuat orang yang melintas merasa kesal. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, seorang buruh bengkel Jujun Junaedi membuat helikopter sendiri yang diberi nama Gardes JN 77 GM.

Helikopter tersebut sudah dibuat oleh Jujun selama setahun belakangan ini di halaman rumahnya yang terletak di Kampung Cibubay, Desa Damareja, Kecamatan Nagrak. Hingga saat ini, helikopter Gardes JN 77 GM sedang  berada di tahap penyelesaian baling-baling utama.

Rencannya helikopter ini pada akhir 2019 atau awal 2020 akan melakukan uji terbang.

Insya Allah saya inginnya pada akhir tahun atau awal tahun 2020 bisa melakukan uji terbang,” ungkap Jujun, seperti dikutip dari HAI.

Helikopter buatan Jujun ini menggunakan mesin penggerak generator set (genset) berkapasitas besar 24 PK, 700 cc, dan dua silinder berbahan bakar premium.

Jujun mengatakan kalau pembuatan helikopter ini sudah berlangsung sejak Agustus 2018 lalu dan dilakukan setiap hari Minggu. Helikopter yang dibuat oleh Jujun bersama putra pertama dan kerabatnya ini, telah menghabiskan biaya produksi sebanyak 30 juta rupiah.

“Makanya, proses pembuatan helikopter ini lama karena untuk membeli barang yang dibutuhkan harus menunggu waktu, perlu menyisihkan. Karena kan saya tidak mau mengganggu uang dapur,” kata Jujun.

Pria ini mengaku kalau ide pembuatan pesawat terbang ini berasal dari kemacetan yang sering dilihatnya di depan tempat kerjanya di Jalan Raya Bogor – Sukabumi. Ia melihat kalau adanya peluang besar untuk menghadirkan solusi kendaraan udara karena jalur udara masih bisa dibilang lowong.

Lalu, Jujun pun melakukan riset kecil-kecilan dengan berbekal pengalamannya saat di bangku SMK dan pengalamannya bekerja di bengkel alat berat.

Jujun mengaku selama proses pembuatannya ini, dia belum pernah melakukan konsultasi dengan para ahli pembuatan pesawat terbang. Hal itu terjadi karena ia tidak mengetahui prosedurnya.

Dia juga bahkan belum pernah melihat bentuk helikopter secara dekat. Oleh karena itu, pria ini berharap akan ada ahli pesawat terbang yang dapat memberikan masukan untuk penyempurnaan pembuatan helikopter miliknya.

“Saya terbuka bila ada ahli teknik penerbangan yang mau membantu penyempurnaan pembuatan helikopter ini karena saya belum pernah menumpang helikopter,” tutur Jujun.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...