Mana yang Lebih Sehat? Telur Setengah Matang atau Telur Matang

Mana yang Lebih Sehat? Telur Setengah Matang atau Telur Matang Telur setengah matang apakah baik dikonsumsi? Foto- iStock

WinNetNews.com - Telur mungkin bisa dikatakan sebagai menu andalan masyarakat Indonesia. Hasil olahannya cocok dihidangkan untuk makan pagi, siang, dan malam. Ada yang menyukai matang sempurna atau setengah matang.

Sebagian masyarakat Indonesia yakin, telur yang dikonsumsi mentah atau tak terlalu matang mengandung lebih banyak nutrisi. Hal tersebut tidak benar dan berisiko mengakibatkan keracunan (food poisoning).

Dikutip dari situs detikHealth, Jakarta, Minggu (9/9/2018), "Dikonsumsi matang lebih aman bagi tubuh dalam kondisi sehat atau sakit," kata praktisi gizi dan kebugaran Jansen Ongko.

Risiko food poisoning lebih besar pada orang dengan daya tahan tubuh lemah. Kondisi ini biasanya ditemukan pada orang yang sedang sakit, lansia, dan anak. Efeknya mulai dari sakit perut, muntah, dan buang air besar beberapa kali.

Telur yang dimasak telah melalui predigesting yang memudahkan proses pencernaan. Proses memasak tidak mengubah kandungan nutrisi dalam telur. Tentunya telur jangan dimasak terlalu matang (overcooked) atau dengan terlalu banyak minyak.

Saat ini bisa dikatakan telur adalah sumber protein terbaik. Dengan harga yang tak terlalu mahal, telur bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Telur juga mudah diolah dan bisa dikonsumsi berbagai rentang usia.