Mancungkan hidung lewat operasi, banyak dilakukan orang Indonesia

Rike
Selasa, 02 Agustus 2016 19:50 WIB
Oleh Rike pada Selasa, 02 Agustus 2016 19:50 WIB
Image Mancungkan hidung lewat operasi, banyak dilakukan orang Indonesia

WinNetNews.com-Dokter bedah plastik rekonstruksi dan estetika RSPAD Gatot Subroto, Budiman, menyebutkan orang Indonesia banyak yang telah melakukan operasi memancungkan hidung guna menunjang penampilannya.

"Kalau dari bedah estetika memang banyak yang melakukan bedah plastik sederhana seperti memancungkan hidung, kemudian kelopak mata," jelas Budiaman ketika menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Rabu. Dalam melakukan operasi hidung, dokter memakai tulang rawan telinga pasien supaya hidung bisa mancung, bisa juga dengan memakai implan padat.

Menurut Budiman, paling baik yaitu menggunakan tulang rawan sebab berasal dari tubuh si pasien sendiri sehingga lebih aman dan tahan lama. Jika memakai implan, dokter harus memastikan ukuran implan sesuai tulang pasien, jika ukurannya tidak sesuai maka hidung jadi miring.

Menurut dia, jika memakai cara lain, seperti memakai benang atau "filler" (memasukkan cairan ke dalam hidung) bisa membuat upaya memancungkan hidung tak sempurna atau gagal."Kalau menggunakan benang tidak efektif, karena untuk memancungkan hidung harus dengan tiang bukan ditarik. Kalau menggunakan benang itu menarik hidung," ungkap dia.Apalagi dengan memasukkan cairan ke dalam hidung dengan cara disuntik, hidung malah bisa jadi melebar.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Rizal Ramli Klaim PT PLN Merugi Karena Jokowi Tidak Mendengarkan Nasihatnya

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.