Manoj Punjabi Tepis Rumor Penjualan Saham BEI

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Manoj Punjabi Tepis Rumor Penjualan Saham BEI Manoj Punjabi (kanan). [Foto: Tempo]

Winnetnews.com - Manoj Dharmoo Punjabi, pria keturunan India yang sukses di Indonesia dikabarkan menjual perusahaan miliknya, PT MD Graha Utama, induk usaha PT MD Pictures Tbk (FILM). Hal tersebut langsung ditampik Manoj Punjabi, Rabu (2/10).

"Kalau dilihat press release hari ini sudah diklarifikasi kami tidak menjual saham apa apa. Ini sudah sebelumnya tapi saya tidak mau bicara lebih lanjut. Di press release sudah jelas, (kepemilikan) masih sama tidak ada perubahan," kata Manoj seperti dikutip CNBC Indonesia.

Manoj menambahkan fokus manajemen MD Pictures adalah terus memperbaiki fundamental.

"(Industri) film kan gak bisa ditentukan awal tahun bagaimana, film apa yang akan meledak. Tapi sekarang sudah sesuai on track dengan rilisnya Danur dan Habibie Ainun pada Desember," tambah Manoj.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Manoj beberapa kali melaporkan ke BEI terkait pelepasan kepemilikan saham di perusahaan rumah produksi film tersebut.

Pada Selasa (1/10), Manoj menginformasikan penjualan saham dengan kode FILM tersebut pada 19 September lalu. Perusahaan melepas 4.762.000 saham di harga Rp210/saham sehingga mengantongi dana Rp1 miliar.

Bila dijumlahkan dengan aksi penjualan saham sebelumnya pada 4 dan 6 September, saat Manoj melepas 59.523.900 saham FILM dan membuat MD Graha Utama mengantongi dana senilai Rp12,50 miliar.

Dengan penjualan pada 19 September 2019 itu, maka porsi saham MD Graha Utama di MC Pictures tersisa menjadi 5.633.084.100 (5,63 miliar saham) atau 59,22% dari sebelumnya 5,64 miliar saham (5.637.846.100 saham) atau 59,27%.

Jika ditambah lagi dengan penjualan yang dilakukan pada 9 Juli 2019, saat Manoj menjual 247 juta unit saham di harga Rp 700/saham dengan raihan dana segar Rp172,9 miliar, maka total MD Graha Utama mengantongi dana penjualan Rp186,4 miliar.

FILM merupakan perusahaan film pertama yang melantai di BEI pada 7 Agustus 2018. Pada saat penawaran perdana (IPO), harga saham FILM dilepas pada harga Rp280/saham. Lalu saham ini sempat bergerak liar dan naik hingga 453% ke level harga Rp1.550/saham.

Jumlah saham yang dilepas ke publik tahun lalu sebesar 15% dari total jumlah saham yang dicatatkan. FILM merupakan perusahaan yang memproduksi sejumlah film dan sinetron yang cukup laris yang ditayangkan bioskop-bioskop lokal.

Beberapa film di antaranya Danur 3, Twivortiare, Ayat-Ayat Cinta 2, dan Habibie & Ainun.

Pada Selasa 1 Oktober ini, BEI mulai menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham FILM seiring dengan penurunan signifikan saham ini. Data BEI mencatat, sebulan terakhir saham FILM amblas 71% dan year to date anjlok 62% dan hari ini sudah dicabut kembali sanksi tersebut.

“MD Pictures akan menerapkan transparansi dan tak ada yang perlu dikhawatirkan,” pungkas Manoj.

Apa Reaksi Kamu?