Mantan Dirut RSUD Jadi Tersangka Dana Fiktif
ilustrasi

Mantan Dirut RSUD Jadi Tersangka Dana Fiktif

Jumat, 23 Mar 2018 | 07:19 | Rusmanto

WinNetNews.com - Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan resmi menetapkan mantan Plt Dirut RSUD Kabupaten Oku Timur, dokter Dora Djunita Pohan sebagai tersangka. Dora menjadi tersangka usai diperiksa sebagai saksi atas dugaan korupsi dana fiktif dokter spesialis sebesar Rp 540 juta. 

"Yang bersangkutan ini sudah dipanggil secara patut lebih dari tiga kali untuk kasus dugaan korupsi atau dana fiktif dokter spesialis saat menjabat sebagai kepala rumah sakit di Oku Timur. Maka dilakukanlah upaya paksa untuk menghadirkan yang bersangkutan," kata Wakil Kajati Sumsel, Hari Satyono saat ditemui di kantornya Jalan H Bastari Kota Palembang, Jumat (23/3/2018) dini hari.

Dora sendiri, kata Hari, diamankan saat berada di salah satu Mall di Kota Serang, Banten pada Rabu (21/3) sekitar Pukul 17.00 WIB. Namun saat akan langsung diterbangkan ke Kota Palembang, Dora sempat menangis dan memberontak setibanya di bandara Soekarno-Hatta.

Selanjutnya, tim gabungan intelijen dan tindak pidana khusus memutuskan utuk membatalkan penerbangan. Sampai akhirnya dapat dibujuk dan dibawa ke Palembang pada Kamis (22/3) sekitar Pukul 15.00 WIB.

"Kemarin kan rencananya mau langsung dibawa ke Palembang, tapi dia menangis dan sedikit memberontak. Terpaksa kita tunda dulu, sampailah dia dibujuk-bujuk dan dapat dibawa ke sini untuk diperiksa yang saat itu masih sebagai saksi," kata Hari.

Dari hasil pemeriksaan lebih dari 10 jam, kuat dugaan dana untuk dokter spesialis yang dianggarkan sebesar Rp 6,4 miliar digunakan untuk keperluan pribadi. Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi-saksi yang juga hadir saat pemeriksaan malam ini.

Setelah seluruh keterangan saksi dan alat bukti lengkap. Sekitar Pukul 01.00 WIB dini hari penyidik kejaksaan resmi menetapakan Dora sebagai tersangka tunggal dalam kasus dana fiktif dokter spesialis di RSUD Kabupaten Oku Timur periode 2014-2015.

"Sekarang status sudah naik dari saksi menjadi tersangka. Untuk proses lebih lanjut, tersangka harus kita amankan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutupnya. (detikcom)
 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...