Skip to main content

Mantan Kejati Sumbar Hindari Wartawan Usai Jalani Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Suap Penjualan Gula

Mantan Kejati Sumbar Hindari Wartawan Usai Jalani Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Suap Penjualan Gula
Mantan Kejati Sumbar Hindari Wartawan Usai Jalani Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Suap Penjualan Gula

WinNetNews.com - Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kajati Sumbar) Widodo Supriadi lebih banyak menghindar dari wartawan usai menjalani pemeriksaan di KPK. Widodo diperiksa sebagai saksi berkaitan dengan kasus suap dalam persidangan perkara penjualan gula tanpa SNI di Pengadilan Negeri (PN) Padang.

"Katanya enggak boleh ngasih tau penyidikan ya," kata Widodo sembari menutupi wajahnya di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

"Nanti datanya minta ke penyidik aja ya," imbuh seorang pria yang menemani Widodo yang mengaku sebagai pendampingnya.

Saat ditanya apakah dia tahu tentang aliran dana yang diduga dilakukan oleh Farizal berkaitan dengan kasus itu, Widodo mengaku tidak tahu. Widodo baru seminggu dilantik menjadi Inspektur II pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas).

"Iya, kita enggak tahu. Biasa yang disampaikan ke sana. Cuma karena enggak tahu ya cepet. Kalau enggak sampai pagi ini," ucap Widodo sembari terus berjalan menghindari wartawan.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padang, Syamsul Bahri, juga mengaku tidak tahu tentang aliran uang dari anak buahnya, Farizal. Farizal sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK berkaitan dengan kasus itu.

"Enggak, enggak tahu saya itu Pak. No comment dulu saya, no comment," ucap Syamsul.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menegaskan tentang indikasi adanya aliran uang itu akan didalami penyidik KPK. Dia memastikan apabila ada alat bukti yang mengarah ke tersangka baru maka KPK tak akan segan melakukan tindakan.

"Pada prinsipnya semua akan diselidiki, tapi untuk menentukan tersangka atau tidak, tidak semua orang yang dipanggil ke sini menjadi tersangka. Itu prinsipnya. Tapi kalau misalnya, sekarang misalnya yang bersangkutan ini, Kajati Sumbar, otomatis orang yang berhubungan dengan dia harus diperiksa, itu dalam hal pemenuhan pemberkasan," ucap Basaria.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan seorang jaksa bernama Farizal sebagai tersangka. Farizal menerima uang haram sebesar Rp 365 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya (SB) Xaveriandy Sutanto.

Xaveriandy merupakan terdakwa dalam kasus gula tanpa SNI di PN Padang, sementara Farizal merupakan penuntut umum. Farizal diduga membantu Xaveriandy dengan cara menyiapkan eksepsi seperti seorang pengacara.

Keduanya pun ditangkap KPK beberapa waktu lalu dalam operasi tangkap tangan. Dari situlah kemudian KPK mengembangkan perkara dan menangkap Irman Gusman selaku Ketua DPD RI yang disebut menerima uang dari Xaveriandy berkaitan dengan distribusi gula impor di Sumatera Barat.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top