Mantan Kepala BIN: Revisi UU Terorisme Mendesak
Lokasi bom bunuh diri di Kampung Melayu/Dokumentasi Humas Polri

Mantan Kepala BIN: Revisi UU Terorisme Mendesak

Jumat, 26 Mei 2017 | 15:59 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com – Pernah menjabat Kepala Badan Intelijen Negara, Sutiyoso masih memiliki data mengenai potensi aksi teroris di Indonesia. Ia menegaskan bahwa di Indonesia ini ada kelompok Islam garis keras yang jumlahnya ribuan orang. Ini menjadi potensi tingginya aksi terorisme.

"Kelompok kedua, sejak ISIS lahir ada simpatisan ISIS," kata Sutiyoso kepada wartawan.

Tokoh yang akrab disapa bang Yos itu kembali menuturkan bahwa kelompok itu terdiri dari dua kelompok lagi. Satu, mereka yang sempat berangkat ke Syiria dan Irak bersama dengan keluarganya. Jumlahnya ratusan orang.

"Ratusan orang kembali ke Indonesia dan tersebar di mana-mana. Lalu, kelompok kedua, simpatisan yang belum sempat berangkat karena biaya, dan sebagainya," kata dia.

Sekarang ini, lanjut dia, mereka ada di mana mana, menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Tapi, aparat intelijen sebetulnya tahu bila mereka akan melakuan aksi.

"Kesulitan aparat kepolisian (dan intelijen) menentukan kapan dia mau menyerang dan di mana tempatnya. Mengalami kesulitan," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan negara-negara Barat sudah mengubah paradigma dalam menghadapi ancaman para teroris itu. Mereka sudah mengubah UU terors dengan lebih memberikan kewenangan yang luas terhadap aparat.

"Justru kita sebaliknya. Setelah serangan teroris di Thamrin, saya wacanakan segera merevisi undang-undang itu. Setahun lebih setelah aksi berjalan, tidak diubah undang-undang itu," keluhnya.

Ledakan bom terjadi sebanyak dua kali di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu, 24 Mei 2017. Akibat kejadian ini, 5 orang meninggal dunia. Tiga korban adalah anggota Polri dari Polda Metro Jaya dan dua korban adalah terduga pelaku.

Sedangkan 10 lainnya luka-luka. Lima luka adalah anggota Polri dan lima luka lain adalah warga sipil. Total korban baik meninggal dan luka sebanyak 15 orang.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...