Mantan Korps Marinir Amerika Tembak Tiga Polisi

Mantan Korps Marinir Amerika Tembak Tiga Polisi

Senin, 18 Jul 2016 | 08:00 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Seorang pria bersenjata menewaskan tiga polisi dan melukai tiga orang lainnya di ibukota Louisiana pada hari Minggu.

Pejabat pemerintah AS menjelaskan tersangka pernah bertugas di Korps Marinir, lalu dirinya dilumpuhkan setelah beberpa menit melakukan baku tembak dengan polisi yang berkumpul disana.

Dua petugas Kepolisian Baton Rouge menjadi korban, satu sheriff tewas dan satu lagi masih kritis.

Selain itu, petugas polisi lainnya dan satu wakil lainnya menderita luka ringan dan diharapkan untuk bertahan hidup.

Kolonel Mike Edmonson, pengawas dari Kepolisian Negara Louisiana, mengatakan dalam konferensi pers bahwa pria bersenjata itu diyakini telah bertindak sendirian, bertentangan dengan laporan awal bahwa polisi mungkin telah mencari penembak lainnya.

Pihak berwenang tidak menyebutkan nama tersangka. Tapi seorang pejabat pemerintah AS mengatakan kepada Reuters pria bersenjata itu telah diidentifikasi sebagai Gavin Long, dari Kansas City, Missouri. Dia berusia 29 tahun dan berkulit hitam.

Sumber pemerintah, yang berbicara tanpa menyebut nama, juga mengatakan penyidik memiliki alasan untuk percaya keadaan petugas darurat-911 mungkin telah membantu polisi dalam bahaya. sumber pemerintah lain mengatakan kepada Reuters bahwa Long telah menjadi anggota Marinir AS, namun catatan pelayanan nya tidak segera diketahui.

CBS News melaporkan dia adalah seorang sersan Marinir yang diberhentikan dengan hormat pada tahun 2010.

Pihak berwenang menolak untuk berkomentar kemungkinan motif serangan itu.

Dan itu tidak jelas apakah ada hubungan antara darah dan kerusuhan hari Minggu atas pembunuhan polisi dari dua laki-laki hitam dalam awal bulan ini - Alton Sterling, 37, di Baton Rouge pada tanggal 5 Juli, dan Philando Castile, 32, dekat St. Paul, Minnesota pada tanggal 6 Juli.

Presiden Barack Obama mengutuk serangan itu, bersumpah bahwa keadilan akan dilakukan dan meminta Amerika untuk fokus pada retorika dan tindakan yang bersatu negara daripada dibagi itu. sumber Reuters

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...