Mantul! Ini Dia Orang Pertama yang Beli Mobil Esemka Bima

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Mantul! Ini Dia Orang Pertama yang Beli Mobil Esemka Bima Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna sedang mengecek Esemka Bima jenis pikap. [Toto: Solopos.com]

Winnetnews.com - Bukan Presiden Joko Widodo ataupun Prabowo, bukan pula Sandiaga Uno maupun Ganjar Pranowo yang baru mewacanakan membeli Esemka Bima jenis pikap. Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna menjadi orang pertama yang langsung menandatangani pembelian 35 unit mobil Esemka Bima terbaru.

Marsekal Yuyu menyatakan, pembelian Esemka Bima ini nantinya akan digunakan sebagai mobil operasional TNI AU.

"Khususnya Skadron Udara dan Skadron Teknik, kendaraan akan dicat warna kuning dan strip hitam, sebagai ciri kendaraan yang dapat dioperasikan di sekitar landasan oleh Depohar 50," ujar Marsekal Yuyu di PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Boyolali, Jawa Tengah (Jateng, (Rabu (25/9) seperti dilansir Otomotifnet.com.

Keputusan pembelian Esemka Bima ini sudah melalui kajian dan pertimbangkan komprehensif. Ada tiga alasan, yaitu harga yang kompetitif dibanding mobil sejenis, adanya jaminan pemerintah pusat terhadap pengembangan Esemka, serta harapan pelayanan purna jual (after sales service) yang lebih baik.

Marsekal Yuyu berharap pembelian Esemka Bima, selain untuk mendukung kegiatan operasional TNI AU, juga menjadi sumbangsih TNI AU dalam mendorong tumbuh kembangnya industri mobil dalam negeri.

Foto: Hariankota.com

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kontrak pembelian oleh Ketua Umum (Ketum) Inkopau, Marsma TNI Nailul Humam dan perwakilan Esemka. Sekadar informasi, Esemka Bima punya dua varian yakni mesin 1.200 cc dan 1.300 cc.

Rencananya Esemka Bima ditawarkan ke publik dengan harga Rp 150 juta. Bima 1.300 cc memiliki spesifikasi dan teknologi yang layak untuk digunakan untuk mengangkut barang-barang.

Bima 1.300 cc mengusung teknologi Single Over Head Camshaft (SOHC), namun kabarnya mobil ini akan dibekali dengan turbo. Namun tidak ada keterangan mengenai daya dan torsinya.

Selain itu, Presiden Direktur PT SMIK, Eddy Wirajaya mengatakan, selain dari kubikasi mesin, perbedaan antara Bima 1.200 dan 1.3000 ada pada kapasitas ruang kargo.

"Model 1.300 akan memiliki kargo dengan dimensi yang lebih besar," jelas Eddy.

Eddy juga mengatakan, kedua pikap itu akan menggunakan jenis mesin yang sama dan berbahan bakar bensin.

Apa Reaksi Kamu?