Skip to main content

Masalah Yunani dalam Grafik

Masalah Yunani dalam Grafik
Masalah Yunani dalam Grafik

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras pada pekan ini akan kembali mengadakan pertemuan dengan perwakilan Komisi Eropa, Bank Sentrak Eropa, dan Dana Moneter Internasional (IMF) dengan membawa mandat demokratis dari rakyatnya yang baru saja menggelar referendum. Meskipun masih ingin bertahan memakai mata uang euro, sikap Yunani jelas menolak proposal penghematan anggaran pemerintah dan kenaikan pajak yang dipersyaratkan para kreditur Uni Eropa.

Menteri Keuangan Yanis Varoufakis yang merancang referendum bersama Tsipras telah mengundurkan dari posisinya demi memperlancar proses perundingan dengan para kreditur. Ekonom penganut aliran Marxis liberal itu merasa para kreditur lebih suka kalau dia tak ikut serta dalam negosiasi perpanjangan fasilitas dana talangan Uni Eropa. Namun, perundingan tetap akan berjalan alot karena latar belakang masalah yang menjerat Yunani memang pelik. IMF bersedia untuk memberikan keringanan utang, namun Eurogroup yang terdiri dari para menteri keuangan blok ekonomi itu menolak.

Ekonom Kepala IMF Olivier Blanchard berhasil memberi penjelasan singkat mengenai apa yang terjadi antara Yunani dan para pemberi pinjamannya dalam sejumlah grafis berikut. Pertama mengenai produk domestik bruto (PDB) dan utang. Garis putus-putus PDB Yunani menunjukkan peluang nilainya bakal terus merosot atau terjadinya resesi berkelanjutan.

image0

Akhir 2014 juga diwarnai fenomena angka pengangguran naik di dua kelompok usia yaitu antara 20 sampai 29 tahun. Sejak ketegangan antara pemerintah Yunani dan para krediturnya, angka pengangguran kemungkinan telah naik kembali yang berpeluang menimbulkan keresahan sosial.

image1

Ketika krisis Yunani semakin parah, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mencoba untuk bersikap netral secara politis, mengingat dampaknya relatif terkontaminasi termasuk menyikapi resolusi antara Yunani dan para krediturnya. Pada pertengahan 2012 Draghi sempat berpidato menyataka tekadnya untuk melakukan apa saja demi menjaga keutuhan zona euro. Kali ini, Draghi tampaknya tak akan mau repot-repot menolong Yunani.

image2

Sinyal penerapan kontrol devisa telah ditangkap dengan baik sebelum kebijakan itu dijalankan dan banyak warga Yunani yang telah menukar rekening tabungannya dengan uang tunai. Kontrol devisa bisa merupakan pertanda awal dari pembentukan mata uang baru.

image3

Yunani relatif merupakan ekonomi yang tertutup. Itu berarti bahwa devaluasi yang tajam terhadap mata uang paralel mendampingi euro akan membuat sebagian rakyat Yunani menderita karena biaya impor bakal melonjak. "Devaluasi memang akan menggenjot daya saing, tapi dengan sektor ekspor yang relatif kecil, perekonomian Yunani tak akan berada dalam kondisi yang menguntungkan," kata Jamie Murray, ekonom kepala Bloomberg Intelligence untuk kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. "Butuh waktu untuk menggeser sumber daya ekonomi menuju aktivitas yang lebih berorientasi ekspor."

image4

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top