Masih Kisruh, Warga Hong Kong Incar Properti di Australia

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Masih Kisruh, Warga Hong Kong Incar Properti di Australia Ilustrasi. [Foto: South China Morning Post]

Winnetnews.com - Di tengah kekisruhannya menentang amandemen UU Ekstradisi dan tuntutan Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam untuk mundur, rupanya tersimpan kisah lain dari sebagian penduduk yang lebih memilih tidak ikut berdemonstrasi.

Demonstrasi berkepanjangan membuat krisis politik di Hong Kong sulit diakhiri. Hal tersebut berdampak kepada warga Hong Kong yang ‘angkat kaki’ dan memilih negara lain sebagai tempat tinggal dalam beberapa waktu ke depan.

Melansir Detik.com, ada sejumlah negara yang menjadi tempat tujuan kepindahan warga Hong Kong. Beradasarkan survey Omnibus, tempat pertama yang menjadi tujuan utama warga hong Kong ditempati Taiwan dengan jumlah 50%.

Sementara Australia di tempat kedua dengan persentase sebesar 30%. Diikuti Kanada 23%, Jepang 20%, Singapura 19%, Selandia Baru 17%, Malaysia 16%, Britania Raya 16 %, dan Thailand 14%.

Foto: VisaOne

Namun, jika melihat potensi properti di dunia, terjadi peningkatan minat membeli properti di Australia oleh warga Hong Kong dalam dua bulan terakhir Kebanyakan peminat adalah profesional atau ekspatriat. Australia adalah tujuan kedua migrasi dari Hong Kong pada tahun lalu, tercatat 2400 orang pindah.

Sebagian warga Hong Kong mulai melirik properti di Australia, dengan kalangan elite yang kaya maupun kelompok profesional siap-siap pindah karena kekisruhan politik yang belum juga usai.

Seperti yang dialami salah satu pengusaha penjual minuman anggur Hong Kong, Chau Fuk Yau, ia berharap pindah ke Adelaide, Australia Selatan dengan keluarganya menggunakan visa bisnis, dan berencana membangun perusahaan untuk mengekspor minuman anggur Australia ke Hong Kong.

Apa Reaksi Kamu?