Masih perlukah merubah diri?

Oky
Oky

Masih perlukah merubah diri? Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Mengapa wanita rela menyakiti diri nya sendiri demi meningkatkan kepercayaan diri mereka? Bagaimana para pakar menyikapi nya?

Setiap wanita pasti ingin merasa cantik, untuk mewujudkan keinginan nya terkadang wanita rela melakukan berbagai proses kecantikan yang terkadang menyiksa mereka. Terlebih lagi dengan muncul nya sebuah istilah “Beauty is Pain”. Wanita mempertahankan proses kecantikan itu dengan kalimat alasan "oh ya, aku kira kecantikan itu memang harus menyakitkan."

Dr. Desinthamaya Reza, MBio (AAM) seorang pakar kecantikan mengatakan, “Sebenarnya istilah “Beauty is Pain” memang merupakan istilah yang sudah lama. Meski saat ini masih di anggap antara percaya tidak percaya. Banyak contoh untuk kasus istilah “Beauty is Pain”, seperti facial dan waxing. Sampai kasus bedah plastik, yang otomatis sakit nya lebih besar lagi, ada proses yang membutuhkan waktu yang lama, harga yang mahal dan sakit yg membutuhkan recovery yang juga agak lama.  Namun, saat ini segala sesuatunya sudah semakin canggih. Banyak cara untuk mendapatkan kecantikan tanpa proses yang menyakitkan, seperti memakai krim kecantikan. Tetapi semua kita ambil hikmah nya dan dikembalikan kepada diri masing-masing.”

Setiap wanita memang harus memiliki rasa peduli bagaimana penampilannya, Namun tidak harus dengan mengubah penampilan dengan melakukan proses yang meyiksa. Bukan berati bahwa semua proses kecantikan buruk, namun proses - proses kecantikan yang menyiksa  ini tidak seharusnya dianggap sebagai kebutuhan lagi.

Tentu saja, menjaga wajah dari sinar matahari, minum air putih yang cukup, mengurangi stres, beristirahat yang cukup dan berolahraga serta makan lebih banyak makanan segar tentu akan sangat membantu.

Berhentilah memberi tahu wanita bahwa kecantikan itu menyakitkan, bukan, kamu cantik seperti apa adanya. Orang-orang cantik adalah orang-orang yang percaya diri, merasa nyaman dan bahagia menjadi diri mereka. Kamu hanya harus memutuskan bahwa kamu cantik dan kemudian bertindak seperti itu dengan memperlakukan diri dirimu dengan baik.

Jadi apakah kamu setuju dengan istilah “Beauty is Pain” ini? Masih perlukah kamu mengubah diri demi memuaskan rasa percaya diri?

 

 

Ditulis oleh Davinia Pramudita

Mahasiswi LSPR Jakarta

Apa Reaksi Kamu?