Masinton: Ada Muatan Politis Terkait Pelaporan Bareskrim

Masinton: Ada Muatan Politis Terkait Pelaporan Bareskrim

Minggu, 31 Jan 2016 | 16:00 | kontributor

WinNetnews.com - Politikus PDIP Masinton Pasaribu membantah‎ telah melakukan penganiayaan terhadap staf ahlinya Dita Aditya (27). Ia menduga ada motif politis dibalik pelaporan dirinya ke Bareskrim Polri oleh staff tersebut.

"Ini berarti kita sudah tahu motifnya politis. Aku dituduh memukul dia. Ini pembunuhan karakter," kata Masinton ketika dihubungi, Minggu (31/1/2016).

Baca: Dita Sempat Lapor Ke Polsek Jatinegara, Sehari Setelah Dugaan Pemukulan

Ia mempertanyakan pelaporan yang berselang 10 hari dari peristiwa tersebut. Dimana dugaan penganiayaan itu terjadi pada 21 Januari 2016. Masinton mengira Dita tidak masuk kerja, karena sedang pemulihan.

"Dia enggak masuk saya kira pemulihan, enggak ada apa-apa kok tiba-tiba saja (laporan)," ujar Anggota Komisi III DPR itu.

 

Masinton membantah melakukan pemukulan. Ia mengaku saat kejadian sedang pulang bersama sopir dan staf ahli lainnya dari sebuah acara. Ternyata, Dita menelpon staf ahlinya meminta dijemput di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Sedangkan mobil Dita berada di kantor NasDem.

"Lagi mabuk berat. Karena sudah malam saya antarkan saja. Datang, jalan sudah dipapah," imbuh Masinton.

Dita duduk di depan. Sedangkan Masinton duduk di belakang. Ia menceritakan Dita berteriak histeris saat di mobilnya. Saat melintas di Jalan Matraman, Dita sempat muntah.

Baca: Masinton: Dia Mabok, Kena Tangan Sopir

"Sekitaran Jalan Otista, mobil oleng ke kiri, setir ditarik sama dia, ngerem, mendadak, tangannya ditepis terpental kena wajahnya. Dia turun teriak-teriak," imbuhnya.

Masinton mengatakan Dita sudah ditawari berobat. Tetapi, Dita menolaknya. "Katanya udah biar saya saja. Saya bisa berobat. Enggak ada apa-apa. Enggak ada darah apa-apa," kata Masinton.

 

Sebelumnya, tenaga ahli anggota DPR fraksi Partai Nasdem, Dita Aditya (27), melaporkan anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Menurut anggota Badan Advokasi dan Bantuan Hukum (BAHU) Partai Nasdem, Wibi Andriano, pelaporan tersebut terkait dugaan penganiayaan Masinton kepada Dita.

"Dilakukan Masinton pada Kamis (21/1/2016) malam," kata Wibi saat dihubungi Sabtu (30/1/2016).

Baca: Laporan Staf Ahli ke Bareskrim Soal Dugaan Penganiayaan Masinton

Dugaan penganiayaan bermula ketika Masinton menjemput Dita di Cikini dan membawanya mengitari Jakarta.

Dalam perjalanan tersebut, jelas Wibi, terjadi perseteruan antara Masinton dan Dita.

"Hingga terjadi pemukulan di Cawang (Jakarta)," katanya.

Sumber: Tribun

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...