Maskapai RI Peringkat Rendah Versi AirlineRatings, Ini Kata Kemenhub

Maskapai RI Peringkat Rendah Versi AirlineRatings, Ini Kata Kemenhub

WinNetNews.com - AirlineRatings sebagai lembaga pemeringkat keselamatan (safety) penerbangan, seperti ditulis CNN, baru merilis maskapai dengan tingkat keselamatan tertinggi (bintang 7) dan maskapai dengan standar keselamatan terendah (bintang 1). Dari daftar yang dirilis, ada yang cukup ironis yakni beberapa maskapai Indonesia masuk daftar maskapai dengan standar keselamatan rendah.

Melihat rating itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, sebagai regulator transportasi di Indonesia angkat bicara. Kemenhub mempertanyakan proses penerbitan safety rating tersebut.

"Saya mempertanyakan bagaimana rating dibuat. Tentu ini terkait fairness, meskipun kita bukan maskapai terbaik tetapi bukan terburuklah," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata dalam keterangannya, Selasa (6/1/2016) . dilansir dari detik

Seperti diketahui, beberapa maskapai Indonesia seperti Batik Air, Citilink, KalStar Aviation, Lion Air, Sriwijaya Air dan Nam Air, TransNusa, Wings Air dan Express Air masuk daftar terendah untuk safety rating dengan bintang 1. Peringkat maskapai RI disetarakan dengan maskapai asal Nepal yakni Nepal Airlines dan Tara Air.

Kemenhub, lanjut Barata, juga mengkritik penilaian yang menempatkan maskapai seperti Malaysia Airlines pada peringkat bintang 5 atau di atas maskapai Garuda Indonesia (bintang 3) untuk safety rating, padahal maskapai asal negeri jiran itu mengalami musibah besar belum lama ini.

Meski demikian, Kemenhub juga terus berbenah yakni mengikuti standar keselamatan penerbangan yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization dan Federal Aviation Adminstration (FAA).

"Kita koordinasi dengan ICAO dan FAA untuk peningkatan standar safety," tambahnya.

Selain itu, Kemenhub juga melakukan beberapa langkah nyata untuk peningkatan standar keselamatan penerbangan.

"Kita melakukan soal bagaimana perusahaan dibina dari sisi laporan keuangan sehingga punya dana untuk safety, kemudian kita keluarkan kebijakan briefing pilot sebelum keberangkatan dan tatif batas bawah (pengaturan tiket) untuk keselamatan," paparnya.