(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mau Bahagia? Berhenti Main Facebook

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Mau Bahagia? Berhenti Main Facebook
WinNetNews.com - Bahagia karena berhenti Facebook ternyata bisa. Setidaknya itulah yang bisa disimpulkan dari sebuah penelitian Happiness Research Institute.

Institut yang berbasis di Copenhagen, Denmark ini melakukan riset terhadap 1.095 orang responden pemakai Facebook.

Setengah dari jumlah partisipan tersebut diminta menjauhi Facebook selama seminggu, sementara sisanya bebas menggunakan jejaring sosial tersebut seperti biasa.

Setelahnya, semua peserta dikumpulkan kembali dan ditanya soal perasaan masing-masing. Sekitar 88 persen dari responden yang tidak memakai Facebook menyatakan "bahagia".

Sementara, dari kalangan yang menggunakan Facebook, hanya 81 persen yang merasa demikian.Tingkat stress dari responden pemakai Facebook juga lebih tinggi, dengan 54 persen menyatakan merasa "khawatir", dibanding 41 persen dari kategori yang diminta menjauhi Facebook.

Kenapa lebih bahagia? Ini karena Facebook dipenuhi hal-hal mentereng mengenai hidup orang lain yang membuat pengguna merasa hidupnya kurang bahagia. Jadi bagaikan etalase iri. Sayangnya, daripada fokus ke hal yang kita butuhkan, kita condong lebih berfokus kepada apa yang dimiliki orang lain," tulis para peneliti dalam riset itu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});