Mau Investasi Saat IHSG Minus 7%?

Mau Investasi Saat IHSG Minus 7%?

Kinerja pasar modal Indonesia sejak awal tahun hingga kemarin minus 7,2%. Reksa dana saham juga terkena imbasnya dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Di tengah lesunya pasar saham, ada baiknya investor mulai mencoba jenis reksa dana selain saham, misalnya reksa dana pasar uang.

"Kalau dengan kondisi saham yang lagi kurang baik, reksa dana di pasar uang bisa jadi pilihan menarik. Return lebih menarik, dana kecil saja sekarang sudah dapat 7,4%," kata President Director PT Phillip Asset Management, Lies Lilia Jamin, di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Reksa dana pasar uang (Money Market Funds) adalah jenis reksa dana yang hanya melakukan investasi pada efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

Risiko reksa dana pasar uang relatif lebih rendah ketimbang reksa dana saham, tapi dengan imbal hasil yang juga lebih kecil daripada reksa dana saham.

Meski demikian, pada masa IHSG jatuh seperti sekarang ini adalah saat yang tepat untuk membeli reksa dana saham. Sebab, nilainya semakin murah dan berpotensi naik tinggi di masa mendatang.

"Justru sebenarnya ini jadi peluang buat kita dan investor. Kita bisa membeli (reksa dana saham) dengan harga lebih murah, karena turun. Memang pasti ada imbasnya, tapi sejauh kita berpatokan pada fundamental perusahaan dan jangka panjang saya kira ini justru bagus," ujarnya.

disadur dari finance.detik.com