Mbah Gotho Sempat Tidak Betah Dirawat Di RS
sumber foto : istimewa

Mbah Gotho Sempat Tidak Betah Dirawat Di RS

Selasa, 2 Mei 2017 | 00:59 | Oky

Winnetnews.com - Mbah Gotho sebelumnya dibawa ke rumah sakit pada Rabu, 12 April 2017. Warga Segaran, Cemeng, Sambungmacan, Sragen, tersebut sempat memberontak ketika hendak dirawat di rumah sakit.

Cucu Mbah Gotho, Suryanto, menjelaskan sang kakek biasanya hanya masuk angin. Lazimnya ia hanya dikerok oleh keluarga. Baru kali ini Mbah Gotho dilarikan ke rumah sakit.

"Ini pertama kalinya dalam hidup simbah berurusan dengan jarum suntik dan infus," ujar Suryanto kepada Liputan6.com di ruang kamar perawatan Mbah Gotho di Bangsal Wijaya Kusuma RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Kamis, 14 April 2017.

Karena itu, Mbah Gotho sempat beberapa kali memberontak. Ia benar-benar merasa tak nyaman dengan jarum suntik dan infus. Bahkan saking frustrasinya, ia meminta kepada Suryanto untuk membunuhnya dengan membuangnya ke Bengawan Solo.

Mbah Gotho akhirnya pulang dari rumah sakit pada Senin siang, 17 April 2017. Lelaki berusia 146 tahun itu memaksa pulang meski kesehatannya belum paripurna.

Suwarni, istri salah satu cucu Mbah Gotho mengatakan, kakeknya terus memaksa ingin pulang. Walau dokter belum mengizinkan pulang, dokter tak bisa menahan Mbah Gotho lebih lama di rumah sakit.

"Simbah pulang tadi siang, sekitar jam 12.00 WIB, " kata Suwarni, istri Suryanto, cucu Mbah Gotho.

Mbah Gotho dirawat di kamar nomor X bangsal Wijayakusuma RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, karena mengalami melena karena kurangnya asupan makanan.

Suwarni menjelaskan, selama dirawat di rumah sakit, Mbah Gotho menghabiskan tujuh kantong darah golongan O. Lelaki yang gemar merokok itu ditransfusi darah lantaran kondisinya menurun.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...