Skip to main content

McDonald's tolak 'gencatan senjata' Burger King

McDonalds tolak gencatan senjata Burger King
McDonalds tolak gencatan senjata Burger King

Restoran cepat saji McDonald's menjawab tawaran 'gencatan senjata' Burger King untuk memperingati Hari Perdamaian yang diselenggarakan tiap 21 September. Jawaban tersebut ditulis langsung oleh CEO McDonald's Steve dan diunggah di akun Facebook mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Burger King mengajak McDonald's berkongsi untuk menjual McWhopper, burger yang hanya akan dijual pada perayaan Hari Perdamaian. Burger tersebut direncanakan akan hanya dijual di Atlanta.

Dalam surat jawaban yang diunggah pada Rabu (26/8) waktu Amerika, Steve menyambut baik ide tersebut. Namun dengan halus, Steve menolak tawaran tersebut.

"Ayo akui, bahwa di antara pertemanan kita ada kompetisi bisnis dan kondisi ini tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit dan penderitaan yang nyata dari sebuah perang."

Di akhir pesannya, Steve menulis jika Burger King ingin mengajukan penawaran, ada baiknya menghubunginya langsung lewat telepon.

Proposal 'gencatan senjata' tersebut dilayangkan Burger Kill melalui video berjudul 'Burger King | McWhopper Proposal' yang diunggah ke YouTube. Burger King berharap, 'perdamaian' yang disepakati antara Burger King dengan McDonald's dapat menciptakan kesadaran masyarakat untuk menciptakan perdamaian.

"Untuk menghormati Hari Perdamaian, pada 21 September, Burger King mengundang McDonald's untuk bersama menciptakan McWhopper - burger yang dibuat untuk perdamaian dunia. Jika mereka setuju, kita menyatakan ini sebagai gencatan senjata 'perang burger' dengan satu hari penjualan McWhopper di gerai di Atlanta pada Hari Perdamaian," tulis Burger King melalui channel YouTube mereka seperti dikutip merdeka.com, Kamis (27/8).

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top