Skip to main content

Medan Masuk Tiga Besar Dalam Peredaran Narkoba di Indonesia

Medan Masuk Tiga Besar Dalam Peredaran Narkoba di Indonesia
Medan Masuk Tiga Besar Dalam Peredaran Narkoba di Indonesia

WinNetNews.com - Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) menyebut seluruh kawasan Indonesia dalam kondisi keadaan darurat narkoba. Dari sejumlah kawasan itu, Kota Medan masuk tiga besar dalam peredaran narkoba.

"(Peredaran narkoba) Medan berada diurutan ketiga. Untuk urutan yang pertama itu Jakarta dan yang kedua adalah Surabaya, Jawa Timur," kata Buwas kepada wartawan usai menggelar rilis pengungkapan narkoba jenis sabu seberat 25 Kg di Medan, Sumut, Senin (22/2/2016) malam.

Meski negara dinyatakan darurat narkoba, peredaran narkoba jenis sabu, ganja maupun ekstasi kerap terjadi. Untuk wilayah Sumut, narkoba jenis sabu kerap datang dari Malaysia. Berkali-kali juga petugas berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba tersebut.

Buwas mengklaim, untuk memberantas narkoba, pihaknya akan berkomunikasi dan bekerjasama dengan Malaysia. Selain itu, untuk di Indonesia, BNN juga akan terus bekerja sama dengan TNI-Polri untuk memberantas peredaran narkoba.

Saat ini, BNN telah mendeteksi ada 38 narkoba jenis baru. "Sebanyak 18 narkoba jenis baru telah terdata, sementara 20 lainnya masih dalam pemeriksaan laboratorium," imbuh Buwas.

Seperti diketahui, pada Minggu (21/2), BNN menggerebek dan meringkus 4 pelaku narkoba di poll bus lintas provinsi di Medan. Seorang diantara dari mereka ditembak karena melawan. Ia pun mengalami luka tembak dibagian perut.

Dalam penggerebekan ini, petugas menyita sabu seberat 25 Kilogram. "Sabu ini masuknya dari Malaysia melalui Dumai lalu dikirim ke Medan," imbuh Buwas.

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit mobil, sejumlah telepon genggam dan uang tunai Rp 9 juta. Kini, para pelaku masih dalam pemeriksaan petugas. Pengembangan kasus ini masih dilakukan.

disadur dari detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top