Megawati: Pramuka Indonesia Beda dengan Kepanduan di Lain Negara

Megawati: Pramuka Indonesia Beda dengan Kepanduan di Lain Negara

Sabtu, 20 Agt 2016 | 22:54 | kontributor

WinNetNews.com - Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri mendapatkan penghargaan Lencana Tunas Kencana dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Mega mendedikasikan penghargaan tertinggi dari Pramuka itu untuk bangsa Indonesia.

"Mengapa saya diberi tanda penghormatan yang begitu tinggi? Sebenarnya itu bukan untuk saya, tapi untuk bangsa Indonesia," ujar Mega di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (20/8/2016).

Ketua Kwarnas Pramuka, Adhyaksa Dault mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada Megawati ini didasarkan pada dedikasi yang tinggi. Megawati mengawali rintisan program revitalisasi Gerakan Pramuka.

Pemberian penghargaan kepada Megawati ini bertepatan dengan penutupan Jambore Nasional Pramuka X. Megawati kemudian mengingatkan tentang hakikat tunas kelapa yang menjadi simbol pramuka.

Baca juga: Megawati Dianugerahi Gelar Kehormatan oleh Kwarnas Pramuka

"Apa maksud dari tunas kelapa? Karena kalian adalah tunas-tunas bangsa. Maka simbol pramuka tunas kelapa. Mengapa tunas kelapa? Bukan tunas lain? Karena kepulauan kita terbesar di dunia. Dan tanaman yang menjaga ribuan panjang pantainya adalah pohon kelapa," kata Megawati.

Ia melanjutkan bahwa kelapa adalah tanaman yang tidak mudah tumbang. Pohon kelapa menjadi penjaga pantai meski ditempa badai. Namun pohon kelapa hanya berayun. Buahnya pun jarang ada yang jatuh.

Mega juga mengingatkan soal penyebutan pramuka yang menurutnya lebih pantas bila tidak disingkat. Penyebutan Pramuka dirasa mereduksi makna praja muda karana yang identik dengan gerakan kepanduan.

"Sistem yang dikenal bernama Pramuka, tapi tanpa berpikir saya memutuskan, Pramuka Indonesia beda dengan kepanduan atau pandu-pandu yang berada di lain negara. Karena ciri khas kita bernama praja muda karana. Dan itu disebut adalah gerakan. Itulah semangat yang harusnya ada, yang gerakannya tidak harus selalu disingkat Pramuka karena bikin maknanya hilang," ungkapnya.

Megawati mengaku simpatik kepada Pramuka karena anggota Pramuka berciri anak muda yang kreatif. Di dalam Pramuka juga diajarkan nilai-nilai positif untuk pengembangan diri anak muda sebagai garda bangsa terdepan.

"Tadi dikatakan Kak Adhyaksa Dault, semua semangat harus ada di Pramuka. Harus tegar, jujur, disiplin, mencintai bangsa dan negaranya. Sehingga Pramuka menjadi garda terdepan bangsa kita sesuai seperti pohon kelapa," ujar Ketua Umum PDIP ini.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Mega, agar anggota Pramuka menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungannya. Ia kemudian menganalogikan di mana kelapa dari mulai akar hingga daunnya bisa bermanfaat bagi manusia.

Terakhir, ia meminta para peserta Jambore Nasional Pramuka ini terus menggaungkan pramuka ini meskipun acara sudah selesai. Termasuk kegiatan jambore di mana para peserta dapat bertemu dengan pramuka-pramuka dari berbagai daerah.

"Begitu besarnya yang namanya praja muda karana. Ceritakan gaung jambore ini ke tempat masing-masing. Ceritakan, senangnya saling bertemu se-Indonesia. Kita ini sama bahasa, sama rasa. Kulit mungkin beda, ada yang hitam manis dari Papua," kata Mega.

"Sebagai sebuah pendamping, roh, jiwa perjuangan dan kaum muda, turunkan pada adik-adik kita praja muda karana makna yang Ibu sampaikan ini," amanatnya.

Detik 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...