Melihat Cantiknya Batik Pesisir di Museum Batik Pekalongan

Dani Gunawan

Dipublikasikan 6 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Melihat Cantiknya Batik Pesisir di Museum Batik Pekalongan
WinNetNews.com - “Ciri batik pesisir, ya warnanya yang lebih cerah dibanding pedalaman dan banyak pengaruh didalamnya,“ begitu kata Deni seorang pemandu wisata dari Museum Batik Pekalongan. Batik pesisir banyak mendapatkan pengaruh dari luar negeri diantaranya dari Eropa, China dan Arab. Batik pesisir mempunyai warna yang lebih terang dibandingkan batik pedalamanan yang lebih banyak mengunakan warna kecoklatan. Hal ini juga dapat terlihat pada motif-motif kain yang unik dan bervariatif. Contohnya batik pagi sore yang terpengaruh oleh pengaruh eropa dengan warna tone pastel nan lembut dan Batik Lasem yang juga merupakan salah satu koleksi museum serta terpengaruh budaya China dengan nuansa kemerahannya.

image0

Museum ini menyimpan banyak koleksi kain batik dari batik pesisir yang termasuk didalamnya batik khas pekalongan pagi-sore, batik pedalaman dari Surakarta dan Yogyakarta, Batik Sumatera, Batik Bali, Batik Kalimantan, Batik Papua, Batik Majalengka, Batik Betawi dan Batik Nusantara lainnya. Berada di kawasan Jatayu, dekat pusat kota. Berada di Jalan Jatayu No.1, Pekalongan Jawa Tengah. Museum ini dahulunya merupakan sebuah kantor administrasi pabrik gula yang dibangun tahun 1906, kemudian beralih fungsi menjadi Balai kota, Kantor Walikota, hingga menjadi kompleks perkantoran Pemerintah Kota. Museum ini telah mendapatkan sertifikat best practice dari Unesco, sebagai institusi pelestari budaya melalui berbagai program pelatihan batik khususnya untuk kalangan pelajar.

Museum seluas 2.500 M2 ini, mempunyai beberapa ruang pamer dan ruang workshop dimana pengunjung dapat mencoba belajar membatik pada sehelai kain batik. Pengunjung juga dapat mencobanya dalam beberapa media lain yang disediakan. Bagi mereka yang ingin belajar membatik dengan serius, sebaiknya datang sejak pagi untuk memperoleh pelajaran yang lebih maksimal, hingga teknik pewarnaan dan pelorotan lilin batik. Museum ini buka dari pukul 08.00-15.00 WIB termasuk di hari Minggu dan hari besar. Tersedia juga di dalam museum kedai makan-minum, perpustakaan, aula, souvenir shop, locker, free wi-fi , area parkir dan toilet. Disini pengunjung juga dapat melihat bagaimana orang-orang di masa lalu mengunakan kain batik dalam kesehariannya melalui foto-foto yang terpajang di koridor antar ruang pamer. Untuk keterangan lebih lanjut dapat www.museumbatikpekalongan.info atau museum.batik@yahoo.com. (RKE)

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...