Melihat Keunikan Upacara Labuhan yang Rutin Dilaksanakan di Yogyakarta

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Melihat Keunikan Upacara Labuhan yang Rutin Dilaksanakan di Yogyakarta (Foto: myimage.id)

Winnetnews.com - Budaya Jawa yang sangat kental menjadi identitas utama masyarakat Yogyakarta. Berbagai upacara adat khas Jawa pun sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Salah satu tradisi yang telah dipraktikkan sejak era Sultan Hamengku Buwono I adalah upacara labuhan. Pelaksanaan upacara adat ini sebagai bentuk doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan upaya untuk membuang segala sifat buruk.

Bagi masyarakat Yogyakarta, upacara adat labuhan merupakan momen yang sakral. Pelaksanaannya harus dilakukan dengan perintah dari raja. Juru kunci yang menjadi pelaksana dari upacara ini juga melakukan tugasnya sebagai perwakilan dari raja. Selain itu, tata pelaksanaan upacara labuhan, harus dilakukan dengan memperhatikan protokoler ketat yang telah ditetapkan pihak kerajaan.

Tujuan Pelaksanaan Upacara Adat Labuhan di Yogyakarta

Dalam bahasa Jawa, labuhan diambil dari kata labuh yang artinya membuang. Apa yang dibuang ketika pelaksanaan upacara adat ini? Hal yang dibuang tidak lain adalah berbagai jenis sifat buruk. Pelaksanaan labuhan biasa dilakukan sebagai sarana untuk peringatan hari penobatan atau yang disebut Jumenengan Dalem. Penentuan waktu pelaksanaan upacara labuhan dilakukan dengan perhitungan kalender Jawa.

Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, labuhan dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun sultan. Selanjutnya, tujuan pelaksanaan upacara ini dikembalikan pada awalnya, yakni untuk sarana peringatan jumenengan dalem. Acara ini dilakukan setiap tahun, tepatnya satu hari setelah pelaksanaan upacara Jumenengan Dalem, atau pada tanggal 30 Rejeb.

Lokasi Pelaksanaan Upacara Adat Labuhan

Labuhan tidak dilakukan di sembarang tempat. Upacara ini hanya dilaksanakan pada lokasi-lokasi tertentu yang disebut petilasan. Petilasan merupakan tempat-tempat yang memiliki nilai penting dan secara historis tidak bisa lepas dari berdirinya Keraton Yogyakarta. Pemilihan petilasan sebagai lokasi pelaksanaan labuhan adalah upaya untuk menghargai sekaligus napak tilas perjuangan raja-raja Keraton Yogyakarta terdahulu.

Ada 4 petilasan yang menjadi tempat pelaksanaan upacara adat labuhan di Yogyakarta, yaitu:

1. Pantai Parang Kusumo

 

Pantai Parang Kusumo (sumber: instagram @widya_veronica)

Pantai ini konon menjadi tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul. Lewat bantuan dari Kanjeng Ratu Kidul, Panembahan Senopati kemudian dapat membangun Kerajaan Mataram yang kemudian diteruskan Keraton Yogyakarta.

2. Gunung Merapi

Keberadaan Gunung Merapi juga memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Kerajaan Mataram. Ketika terjadi perang antara Mataram dan Pajang, letusan gunung ini mampu menyelamatkan Mataram, sehingga pasukan Pajang dapat dipukul mundur.

3. Gunung Lawu

Gunung Lawu dikenal sebagai lokasi pengasingan Prabu Brawijaya V yang berasal dari Majapahit. Lewat pertapaannya di Gunung Lawu, beliau dikenal dengan nama Sunan Lawu. Sosok Brawijaya V pun dianggap penting oleh Keraton Yogyakarta, karena merupakan salah satu leluhur pendiri Kerajaan Mataram.

4. Dlepih Khayangan

 

Dlepih Khayangan (sumber: instagram @ibnu610)

 

Kawasan perbukitan Dlepih Khayangan yang ada di Wonogiri, merupakan tempat yang menjadi lokasi pertapaan Panembahan Senopati. Pertapaan tersebut dilakukan sebelum beliau mendirikan kerajaan.

Hanya saja, labuhan yang dilakukan di Dlepih Khayangan dilakukan pada waktu yang berbeda dibandingkan dengan labuhan di lokasi lain. Pelaksanaan labuhan ini dilakukan setiap delapan tahun sekali, kerap disebut dengan istilah labuhan ageng.

Upacara adat labuhan yang secara rutin dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta, dapat dikunjungi secara terbuka oleh para wisatawan. Anda bisa segera merencanakan perjalanan liburan mulai dari sekarang.

Apalagi, saat ini tersedia sarana pemesanan tiket pesawat online menggunakan Airy. Selain menawarkan kemudahan, pesan tiket di sini juga terkenal murah. Anda dapat memesan berbagai jenis tiket pesawat tujuan Jogja yang berangkat dari berbagai kota, termasuk di antaranya adalah tiket Citilink, Lion Air, Garuda Indonesia, dan lain-lain.

Pesan tiket di Airy juga terjamin aman. Anda tidak perlu khawatir menjadi korban penipuan. Apalagi, mereka memberi kemudahan bagi para pemesan tiket untuk bisa melakukan refund. Selain itu, kemudahan serupa juga bisa didapatkan kalau Anda ingin menjadwal ulang penerbangan.

Apa Reaksi Kamu?