Melihat Lebih Dekat Pola Kaderisasi Jamaah Islamiyah: Dari Bisnis Sawit Hingga Siber Intelijen
Ilustrasi penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 (Foto: ANTARA/m Agung Rajasa)

Melihat Lebih Dekat Pola Kaderisasi Jamaah Islamiyah: Dari Bisnis Sawit Hingga Siber Intelijen

Senin, 1 Jul 2019 | 16:20 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Pemimpin Jamaah Islamiyah (JI), PW, ternyata memiliki bisnis kelapa sawit yang cukup kuat sebagai basis ekonomi untuk mendirikan negara khilafah di Indonesia. Tak hanya dirinya, bahkan jajaran di organisasi teroris ini pun punya usaha serupa.

Dilaporkan Tirto, Senin (1/7/2019), perkebunan kelapa sawit yang berada di Kalimantan dan Sumatera tersebut masih di selidiki pihak kepolisian. Polisi mengatakan, para anggota aktif JI masing-masing diganjar Rp10 juta-Rp15 juta per bulan.

“Amir (pemimpin) bersama beberapa orang di struktur aktif, boleh dikatakan berhasil membangun kekuatan ekonomi untuk operasional sehari-hari termasuk gaji pejabat struktural,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (1/7/2019).

Dari penghasilan bisnis sawit ini, JI pernah memberangkatkan enam gelombang orang hasil perekrutan ke Suriah untuk pelatihan militer.

Memang, untuk membangun sebuah negara khilafah, tentu dibutuhkan modal besar, tak hanya kemampuan militer namun juga basis ekonomi yang kuat untuk menopang kebutuhan operasional. Proses kaderisasi mereka juga, berdasarkan keterangan Dedi, tergolong ketat dan rapi, untuk ditempatkan ke bidang intelijen, siber, dan perakitan bom sebagai kekuatan militer mereka.

JI, lanjut Dedi, berafiliasi dengan Al Qaeda. Kelompok militan JI dilatih di berbagai medan, dari Afganistan, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Pengalaman tempur di medan-medan perang yang beragam ini membuat aksi-aksi teror JI bukan hanya lebih cermat, melainkan juga memiliki daya rusak yang tinggi.

Taktik mereka juga terbilang mumpuni. Ketika salah satu pimpinannya tertangkap, maka sel organisasi dihapuskan. JI menargetkan orang asing dan tidak melibatkan perempuan dalam aksi teror mereka.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...