Memasuki Musim Hujan, Anies Targetkan Banjir Surut 6 Jam
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Memasuki Musim Hujan, Anies Targetkan Banjir Surut 6 Jam

Rabu, 13 Okt 2021 | 11:50 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan sejumlah target Pemprov DKI Jakarta dalam menangani ancaman di musim hujan tahun ini.

"Target operasi kita adalah, satu, tidak ada korban jiwa; kedua adalah target untuk bisa surut permukaan air genangan 6 jam sesudah hujan selesai atau 6 jam setelah permukaan air surut kembali ke posisi normal," kata Anies usai memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (13/10).

Anies menyebut ada tiga ancaman musim hujan yang akan dihadapi Jakarta. Salah satunya adalah banjir rob yang mengancam wilayah utara Jakarta akibat pertemuan 13 alira

Anies menjelaskan ada tiga ancaman musim hujan yang akan dihadapi oleh Ibu Kota yakni potensi banjir rob di pesisir utara, pertemuan 13 sungai, dan hujan deraas yang terjadi di dalam kota.

"Tiga front ini akan kita hadapi dengan tiga prinsip, satu, siaga; dua, tanggap; tiga, galang. Harapannya ini akan bisa menggerakkan seluruh unsur masyarakat," ujar Anies.

Anies kemudian menyampaikan daya tampung drainase di jalan utama Ibu Kota maksimal 100 milimeter per hari. Sementara di kawasan perkampungan sebesar 50 milimeter per hari.

"Ketika curah hujan di atas kapasitas drainase kita, bila drainase kita adalah maksimal 100 milimeter per hari, dan curah hujan seperti di bulan Januari (2020) saat itu 377 milimeter per hari, 3,7 kali lipat lebih tinggi dari kapasitas kita, pasti banjir, karena drainase kita tidak sanggup untuk alirkan," ujarnya.

"Atau di bulan Februari tahun ini, lebih dari 250 milimeter per hari. Saat itu ekstrem, begitu hujan berhenti, kita punya waktu 6 jam untuk memastikan kering, kerahkan semua pompa mobile, pompa pemadam kebakaran, seluruh pompa kita, tarik air itu," lanjut Anies.

Anies mengingatkan jangan sampai musim hujan tahun ini menimbulkan korban jiwa. Ia meminta seluruh jajaran yang ikut dalam penanganan memastikan seluruh warga terevakuasi dengan baik saat genangan datang dan mewaspadai kematian akibat tersengat listrik.

"Musim hujan boleh datang pergi, tapi jangan sampai menyisakan kematian karena hujan dan itu artinya antisipasi dari awal. Penyebab paling banyak kematian pada saat hujan adalah sengatan listrik. Pastikan dalam fase siaga pengamanan dilakukan. Ada kasus hanyut, jarang tapi bisa terjadi," jelasnya.

"Informasikan kepada semua. Itu target pertama, KPI pertama. Bahwa tidak ada korban jiwa. Seluruh warga selamat di masa bila sampai terjadi genangan," pungkas dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...