Membaca Novel Erotis Dipercaya Bantu Redakan Stres, Menurut Sains
Shutterstock

Membaca Novel Erotis Dipercaya Bantu Redakan Stres, Menurut Sains

Sabtu, 21 Sep 2019 | 16:06 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Membaca novel erotis diklaim dapat meredakan stres atau gangguan kecemasan. Cara ini memang tidak mengobati gangguan kecemasan secara umum, namun mambantu mengalihkan perhatian dan deg-degan yang muncul dari kondisi tersebut. Menurut konsultan seks dan kesehatan mental Sarah Jane, membaca buku-buku seksi atau sesuatu yang menggairahkan dapat membantu merubah stres dan kecemasan menjadi emosi positif, seperti perasaan gembira dan hot daripada perasaan takut dan lelah.

“Kamu bisa memutus stres dan rasa cemas itu dengan sesuatu yang menghasilkan respon fisik serupa, seperti meningkatkan debar jantung, tapi juga memberimu perasaan yang lebih positif. Beberapa menit sebelum saya membaca novel erotis, debar jantung saya lebih terasa seperti ketakutan. Namun saat mulai membacanya, itu berubah menjadi gairah,” tulis Jane dalam esainya yang berjudul “My Secret Weapon Against Stress and Anxiety” dan dikutip laman Elite Daily.

Masih dari laman Elite Daily, sebuah riset tahun 2013 yang dilakukan oleh York University, menunjukkan partisipan yang membaca fiksi romantis lebih memiliki level empati yang lebih tinggi dibandingkan partisipan yang dilaporkan membaca fiksi jenis lain. Emosi yang menyertai debar jantung saat membaca novel erotis dinilai cenderung positif dan penasaran. Hubungan antara gairah dan kecemasan memiliki beberapa latar belakang psikologi yang serius.

image0
Poster film Fifty Shades of Grey. Courtesy of Universal Pictures

Dalam dunia sains, kita mengenal fenomena bawah sadar yang disebut dengan Missattribution of Arousal. Fenomena ini menyatakan debar jantung saat merasa cemas dan stres mirip dengan saat bergairah. Keduanya memicu reaksi kimia serupa, sehingga seseorang dapat sangat mungkin mengalihkan stres menjadi sesuatu yang lebih positif.

Terkait hal ini, penulis dan konsultan seks Kate Sloan mendukung siapa pun yang ingin mencoba redakan stres dan cemas dengan membaca novel erotis. Akan tetapi, dampaknya belum tentu sama pada wanita maupun pria. Bagi wanita, membaca fiksi erotis bisa saja memicu rasa rendah diri karena membandingkan citra diri dengan tokoh dalam fiksi.

“Harus diingat, novel atau sesuatu yang bertema erotis bukan menyembuhkan semua gangguan kecemasan, depresi, atau residu trauma. Namun silakan saja bagi yang ingin mencoba atau berpikir bahwa novel erotis sebagai alat potensial yang tersedia untuk orang yang sedang bergumul dengan masalah macam ini,” kata Sloan kepada Glamour.

Sloan menambahkan, konsultasi ke dokter tetap menjadi penanganan yang terbaik untuk seseorang yang menderita stres dan gangguan cemas. Selama terapi, novel erotis atau novel seks mungkin bisa membantu melalui semua tahapan hingga pasien bisa segera sembuh. Novel erotis juga mungkin dapat memperbaiki kehidupan seks seseorang dan berdampak positif pada kesehatan mental.

 

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...