Membalas Pesan Bisa Terasa Melelahkan? Ini Penjelasan Para Ahli
Foto: Unsplash/Christian Wiediger

Membalas Pesan Bisa Terasa Melelahkan? Ini Penjelasan Para Ahli

Senin, 6 Jul 2020 | 13:44 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Saling berkirim pesan dengan orang terdekat merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan agar tetap bisa mengetahui keadaan seseorang. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, di mana kita disarankan untuk berada di rumah agar tidak terpapar virus corona.

Akan tetapi meskipun terasa sederhana dan mudah, membalas pesan juga terkadang membuat kita merasa kelelahan dan akhirnya memilih untuk mengabaikan pesan tersebut. Seorang Psikolog Klinis, Dr Alexandra Lash mengatakan hal tersebut terjadi karena otak kita membangun asosiasi yang menghubungkan telepon mereka dengan pekerjaan. Hal ini menyebabkan kita malas untuk menggunakan gadget.

“Menjawab pesan sekarang mungkin terasa terlalu melelahkan secara emosional karena bobot yang melekat pada sebuah teks telah berubah,” ujar terapis berlisensi dan pelatih kehidupan milenial Caroline Given, L.C.S.W dikutip dari Bustle.

Sebelum pandemi terjadi, kehidupan sosial kita tidak sepenuhnya ada di ponsel. Namun sekarang, saat kita harus lebih banyak di rumah, maka menggunakan smartphone adalah salah satu cara agar tetap bisa bersosialisasi tanpa harus bertemu langsung.

Given menjelaskan, saat bersosialisasi secara langsung kita lebih mudah untuk mengetahui batasan diri sendiri. Jika merasa lelah, kita tidak keluar. Jika merasa kewalahan atau stres karena faktor eksternal, kita akan membatasi interaksi. Tetapi saat berkirim pesan, rasanya sulit untuk memahami batasan itu.

“Kita tidak mengharapkan teman atau rekan kerja kita untuk selalu bisa berbicara dengan kita secara langsung selama 24/7 karena itu secara fisik tidak mungkin, tetapi secara teknis dimungkinkan melalui pesan teks. Dan gagasan untuk berpartisipasi dalam arus komunikasi tanpa akhir ini melelahkan,” jelasnya.

Sebelumnya juga kita tidak bergantung pada pesan teks sebanyak yang sekarang dilakukan. Sehingga saat ini dirasakan bahwa pesan teks yang kita terima terasa lebih membuat tertekan dibandingkan sebelunmnya.

Percakapan yang dilakukan hanya lewat pesan singkat pun juga membuat kita kesulitan untuk mengutarakan perasaan kita. Chat yang terperinci membuat kita lebih bertanggung jawab atas kata-kata yang kita pilih, daripada saat melakukan percakapan secara langsung.

“Kata-katamu berpotensi untuk diarsipkan selamanya dalam tangkapan layar, yang pada dasarnya menjadi sebuah pisau yang menjadi sebuah ancaman tersendiri di zaman modern,” imbuh Given.

Apa yang dulunya bukan merupakan alat komunikasi primer, saat ini menjadi cara termudah yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tentunya ini terasa lebih rumit dan dapat membuat kita kelelahan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...