Skip to main content

Tak Disukai Siswa, Mendikbud: Belajar Sejarah Lebih Menarik Jika Berkonsep Bermain Peran

Tak Disukai Siswa, Mendikbud: Belajar Sejarah Lebih Menarik Jika Berkonsep Bermain Peran
Tak Disukai Siswa, Mendikbud: Belajar Sejarah Lebih Menarik Jika Berkonsep Bermain Peran

WinNetNews.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebut pelajaran sejarah sering menjadi pelajaran yang membosankan bagi siswa. Menurutnya, belajar sejarah akan lebih menarik jika diterapkan dalam konsep role playing atau bermain peran.

Muhadjir mengatakan, sejarah harus menjadi pembangunan karakter bagi generasi kini. Dengan menerapkan konsep bermain peran, misalnya dengan teater atau drama sejarah, dia menilai siswa akan lebih mampu meresapi pesan moral dari suatu peristiwa di masa lampau.

"Sejarah itu akan mudah dihayati oleh anak-anak dengan berbagai macam metode salah satunya untuk penghayatan makna sejarah terutama dalam rangka pendidikan karakter adalah role playing," kata Muhadjir di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

"Bermain peran tentang berapa episode sejarah bisa dipanggungkan oleh anak-anak di bawah bimbingan guru," imbuhnya.

Dengan bimbingan guru, tentunya siswa bisa mengetahui sejarah secara selurus-lurusnya. Memanggungkan sejarah, lanjut Muhadjir, tidak hanya sebatas bagian dari ekstrakurikuler tapi menjadi metode ajar dari setiap guru.

"Kemudian guru menjelaskan tentang nilai-nilai apa yang ada di balik tangan mereka. Tadi salah satu metode saja role playing, bermain peran. Sekarang kan sudah mulai ada sekolah-sekolah yang diujicobakan, nanti-nanti tidak ada pemisahan antara intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Semua penting," ujar dia.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top