Menag: Bukan Kegiatannya, Tapi HTI Ingin Ganti Ideologi NKRI
Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin/Foto: Istimewa

Menag: Bukan Kegiatannya, Tapi HTI Ingin Ganti Ideologi NKRI

Selasa, 9 Mei 2017 | 19:01 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Otoritas keagamaan di Indonesia membantah anggapan bahwa keputusan pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena tidak setuju dengan kegiatan yang dilakukan oleh organisasi itu. Pak Menteri Agama, Lukman Hakim Saefudin, menekankan bahwa HTI mesti bubar dan menjadi terlarang karena gerakan politiknya yang hendak mengganti ideologi Indonesia.

"Pembubaran bukan karena gerakan dakwah keagamaan tapi gerakan politik ingin mengubah ideologi negara. Dengan demikian sama sekali tidak benar anggapan yang berkembang di sebagian kalangan bahwa pemerintah anti ormas Islam," kata Lukman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (09/05/2017).

Lukman meyakinkan bahwa penetapan pembubaran itu akan melalui jalur konstitusional.

"Bapak Menko Polhukam, pemerintah akan menindaklanjuti dengan menempuh jalur hukum ke pengadilan," ujar Lukman.

"Jadi sikap politik pemerintah membubarkan HTI tentu ditindaklanjuti dengan langkah hukum yaitu membawa ke peradilan agar pembubaran ini berdasar hukum. Maka pembelaan bagi organisasi yang dibubarkan bisa diberikan dan sekaligus menunjukkan pemerintah tidak bertindak secara represif," jelasnya.

Sebelumnya, ormas HTI telah menggelar konfrensi pers mereka. Dalam konfrensi itu, HTI mempertanyakan pernyataan pemerintah yang hendak membubarkan dan melarang organisasi mereka di Indonesia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...