Menaker Hanif Minta Bantuan Jerman Kembangkan Pelatihan Vokasi di Indonesia

Menaker Hanif Minta Bantuan Jerman Kembangkan Pelatihan Vokasi di Indonesia

Jumat, 21 Okt 2016 | 18:32 | Rike

WinNetNews.com-Pemerintah RI makin gencar menggenjot pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Angkatan kerja yang didominasi lulusan SD-SMP mencapai 62-an persen, Pemerintah percaya pelatihan kerja (vokasi) bisa menjadi terobosan meningkatan relevansi produksi SDM dengan kebutuhan industri, juga untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di pasar global.

Dalam rangka memacu pelatihan vokasi di Indonesia dan juga menindaklanjuti pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Jerman Joachim Gauck serta Kanselir Jerman Angela Merkel beberapa waktu sebelumnya, Menaker Hanif Dhakiri bertemu dengan Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Jerman, Yasmin Feheemi, di Berlin (Rabu, 19/10).

Pada pertemuan tersebut, Menteri Hanif menyampaikan secara langsung tiga permintaan kepada Pemerintah Jerman. Pertama, bantuan instruktur pelatihan yang sesuai dengan bidang prioritas pemerintah Indonesia. Diantaranya di bidang maritim, pariwisata, industri dan pertanian.

Kedua, bantuan kerja sama agar perusahaan Jerman di Indonesia terlibat dalam pengembangan pelatihan vokasi di tanah air. Termasuk dalam hal ini pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri, pengakuan standar kompetensi dan sertifikasi profesi, pemagangan di perusahaan Jerman, serta penempatan lulusan pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK).

Ketiga, bantuan kerja sama riset praktis dengan mensinergikan pemerintah, industri dan perguruan tinggi guna menghasilkan profil tenaga kerja terlatih yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan industri serta perubahan karakter pekerjaan di masa mendatang (future of work).

"Keberhasilan pelatihan vokasi di Jerman menjadi salah satu rujukan Indonesia dalam mengembangkan pelatihan vokasi. Kita akan senang jika pemerintah dan industri di Jerman dapat mengirimkan sebanyak-banyaknya instruktur pelatihan vokasi di berbagai bidang yang menjadi prioritas Indonesia, seperti maritim, pariwisata, industri dan pertanian. Lebih cepat dikirim lebih baik", terang Menteri Hanif.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...