Menambah Penghasilan Dari Game ? Tentu Bisa..! Asalkan.....

Nadia Chevina
Rabu, 12 Agustus 2015 08:39 WIB
Oleh Nadia Chevina pada Rabu, 12 Agustus 2015 08:39 WIB
Image Menambah Penghasilan Dari Game ? Tentu Bisa..! Asalkan.....

Sponsorship kerap menjadi hambatan bagi ia dan timnya untuk berlaga di kejuaraan dengan skala yang lebih luas lagi, yakni Eropa dan Amerika. Rata-rata dari gamer profesional Indonesia selalu mentok di laga pertandingan skala Asia Tenggara (SEA). Bahkan, tak jarang tim eSport Indonesia yang keok ketika berlaga di kancah Asia Tenggara.

Beda lagi pendapat Tribekti Nasima. Pengamat DotA 2 Indonesia ini berpendapat bahwa hambatan juga datang dari lemahnya koneksi internet di Indonesia. Belum lagi tarif yang cukup mencekik bagi yang ingin menikmati internet cepat.

Tribekti pun memberi contoh lewat platform streaming game, Twitch. "Di Indonesia dengan koneksi internet yang seadanya, tentunya streaming platform masih susah untuk dinikmati. Hal ini jelas mengurangi audience eSport yang akhirnya membuat sponsor lokal belum seberani sponsor-sponsor di luar negeri," papar Tribekti panjang lebar.

Sebaliknya, lanjut Tribekti, apabila infrastruktur internet sudah membaik, tentunya media hiburan game macam Twitch dan YouTube Gaming akan lebih mudah dinikmati dan bukan tidak mungkin jika bermunculan konten lokal.

"Saat itu lah dengan sendirinya industri eSports lokal akan bergelimpang uang dan mencapai titik tertinggi hingga layak untuk dijadikan tujuan berkarir," pungkasnya.

gapan bermain game itu merupakan kegiatan yang tidak ada hasilnya atau membuang-buang waktu saja. Asumsi seperti itu hanya dilontarkan dari sebagian sisi saja. Tetapi kembali lagi dari sudut pandang dan bagaimana memanfaatkannya.

Sponsorship kerap menjadi hambatan bagi ia dan timnya untuk berlaga di kejuaraan dengan skala yang lebih luas lagi, yakni Eropa dan Amerika. Rata-rata dari gamer profesional Indonesia selalu mentok di laga pertandingan skala Asia Tenggara (SEA). Bahkan, tak jarang tim eSport Indonesia yang keok ketika berlaga di kancah Asia Tenggara.

Beda lagi pendapat Tribekti Nasima. Pengamat DotA 2 Indonesia ini berpendapat bahwa hambatan juga datang dari lemahnya koneksi internet di Indonesia. Belum lagi tarif yang cukup mencekik bagi yang ingin menikmati internet cepat.

Tribekti pun memberi contoh lewat platform streaming game, Twitch. "Di Indonesia dengan koneksi internet yang seadanya, tentunya streaming platform masih susah untuk dinikmati. Hal ini jelas mengurangi audience eSport yang akhirnya membuat sponsor lokal belum seberani sponsor-sponsor di luar negeri," papar Tribekti panjang lebar.

Sebaliknya, lanjut Tribekti, apabila infrastruktur internet sudah membaik, tentunya media hiburan game macam Twitch dan YouTube Gaming akan lebih mudah dinikmati dan bukan tidak mungkin jika bermunculan konten lokal.

"Saat itu lah dengan sendirinya industri eSports lokal akan bergelimpang uang dan mencapai titik tertinggi hingga layak untuk dijadikan tujuan berkarir," pungkasnya.

Cara Memakai Tas yang Tepat Agar Tidak Mencederai Tubuh
Lagi Viral! Ini Cara Bikin Es Kepal Milo, Gampang Lho!

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.