Menantikan Kebijakan 'Gila' Jokowi, Istana: "Contohnya Naikkan Harga BBM"
Sumber: SindoNews

Menantikan Kebijakan 'Gila' Jokowi, Istana: "Contohnya Naikkan Harga BBM"

Jumat, 28 Jun 2019 | 16:22 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Jokowi dikenal suka merilis kebijakan 'gila' sebagai bagian dari eksekusi "revolusi mental" yang menjadi tagline-nya sejak awal pemerintahan. Baru-baru ini, Jokowi sempat menyinggung perihal kebijakan 'gila' itu saat menemui Aktivis '98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (16/6/2019).

"Saya dalam lima tahun ke depan Insya Allah sudah tidak memiliki beban apa-apa. Jadi, keputusan yang gila, keputusan yang miring-miring, yang itu penting untuk negara ini akan kita kerjakan. Jadi, saya tidak memiliki beban apa-apa," katanya.

Dalam program Squawk Box CNBC Indonesia TV, Jumat (28/6/2019), Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden Denni Puspa Purbasari menjelaskan kebijakan 'gila' yang dimaksud. Latar belakang hal itu adalah Jokowi berkarakter eksekutor dan ingin semua kebijakan terealisasi dengan lekas. Semua berkorelasi erat dengan profesi Jokowi dulu, yaitu pebisnis.

"Saya tidak bisa buka dulu kebijakan 'gila' apa. Tapi karena ini periode kedua, komitmen beliau adalah meninggalkan legacy (warisan)," kata Denni. "Kita tahu bahwa Pak Jokowi mengatakan kalau itu 'gila' tapi bermanfaat buat masyarakat, ini dikaitkan dengan tidak adanya periode ketiga, yang tidak populis pun diambil. Tapi ini untuk masyarakat,"

Denni mencontohkan saat awal pemerintahan, Jokowi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal itu dinilai sebagai kebijakan yang tidak populis. Namun nyatanya, menurut Denni, kelebihan anggaran bisa masuk ke anggaran infrastruktur dan berguna bagi masyarakat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...