Mencintai Diri Sendiri, Kunci Terhindar dari Penyalahgunaan Narkoba

Mencintai Diri Sendiri, Kunci Terhindar dari Penyalahgunaan Narkoba

Selasa, 17 Des 2019 | 16:40 | Anra Muliasih

Winnetnews.com - Narkoba adalah zat kimia yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba juga dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis bagi para pemakainya. 

Anak muda rentan terkena Narkoba

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. 

Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Akibatnya, mereka tidak mampu berpikir jernih. Dan yang terburuk, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. 

Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat menjerat siapapun dan dalam situasi kapanpun.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat penyalahgunaan narkotika tahun ke tahun semakin meningkat. Untuk tahun 2019, sebanyak 3.21 persen pengguna Narkoba berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Yang artinya, sekitar 2.287.492 jiwa yang tercebur dalam penyalahgunaan Narkoba. 

Pentingnya menjaga kesehatan mental

Menjaga kesehatan mental itu sangatlah penting. Kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang merupakan kunci utama bagi para pemuda untuk menjalankan aktivitas rutinnya dengan lancar dan dapat menikmati setiap proses tersebut dengan hati yang damai tanpa ada keresahan.

Tetapi banyak sekali pemuda di Indonesia yang belum menjaga kesehatan mental mereka dengan mencoba narkoba sebagai pelarian yang mereka anggap akan mendamaikan pikiran. Tak dapat dimungkiri jika narkoba terus dikonsumsi dalam jangka panjang juga dapat berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.

Apa kata mereka mengenai antisipasi penggunaan narkoba?

Menurut Deva Agistri, salah satu mahasiswa yang berbicara tentang antisipasi terhadap narkoba, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar tidak terjerat dengan zat adiktif yaitu  mencintai diri sendiri dan meluangkan waktu untuk diri sendiri. 

Dengan melihat apa yang terjadi di sekitar, bercerita dengan teman atau melihat seperti apa diri kita dapat membuat kita sadar bahwa narkoba bukanlah satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. 

Zat adiktif dapat merusak perkembangan otak dan dapat membuat kita ketergantungan. 

“Narkoba tidak bisa kita jadikan penghalang yang tinggi untuk mencapai mimpi kita,” kata Deva.

Hal senada juga disampaikan oleh Psikolog Afdaliza, M. Psi.

“Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemuda Indonesia untuk mengantisipasi penggunaan narkoba saat ini seperti: anak muda harus menyadari dan mengenali diri kita sendiri secara keseluruhan, mengerti kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri,” kata Afdaliza.

Menurut Afdaliza, hal tersebut dapat menimbulkan rasa lebih mencintai diri sendiri dan melakukan hal positif untuk diri kita. Ketika kita telah meningkatkan kesadaran pada diri kita, maka kita dapat lebih selektif untuk memilih kegiatan mana yang baik dan cocok untuk kita lakukan dalam kehidupan kita. Dengan adanya kegiatan positif yang kita jalani maka kita akan lupa untuk mencoba hal tersebut. 

Selain itu, kata Afdaliza, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah berusaha untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Dalam hal ini anak muda diharapkan lebih meningkatkan sikap mandiri dalam menyikapi permasalahan yang sedang hadapi. Tanpa menggunakan amarah, perkataan, dan perbuatan yang dapat menyakiti lingkungan kita.

Yuk intip dampak buruk yang ditimbulkan narkoba terhadap kesehatan mental kita!

Pengguna akan sering merasa takut berlebihan, sensitif. Konsekuensi lain dari rasa yang timbul karena bahaya obat ini juga bisa membuat pengguna jadi tidak percaya pernyataan atau saran dari orang lain.

Menjadi Paranoid. Merupakan lanjutan dari akibat narkoba yang menimbulkan halusinasi. Halusinasi, terutama yang menakutkan membuat pengguna sering berteriak histeris dan takut pada siapapun dan apapun.

Munculnya Gangguan Mental. Bahaya narkoba seperti ganja juga dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi, kecemasan dan meningkatkan keinginan untuk bunuh diri pada remaja.

Hilang Percaya Diri. Pengguna narkoba yang berkelanjutan akan menyebabkan turunnya rasa percaya diri. Mereka akan merasa terbebani dan dihinggapi oleh rasa takut, berdosa yang membuatnya menjadi lebih tertutup sehingga kepercayaan diri menjadi hilang.

Agitatif. menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal, cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

Apakah penjelasan tadi masih membuatmu mendekati narkoba?

Masalah penyalahgunaan narkoba tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu perhatian khusus di kalangan remaja untuk mengantisipasinya. Prioritas utama adalah menjaga kesehatan mental setiap individu. Permasalahan hidup janganlah dijadikan alasan untuk konsumsi narkoba. Cintailah diri sendiri karena sumber kesehatan berasal dari dalam diri, untuk bisa menyikapi masalah kehidupan. Dan jadilah pemuda yang beraktivitas karena kreativitas generasi muda zaman sekarang adalah senjata paling ampuh untuk memerangi narkoba. Anak muda yang keren dan berprestasi tanpa nakorba!

***

 

--------------------
Anra Muliasih adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

Artwork cover from Etsy.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...