Mendagri Bandingkan Jakarta dengan Beijing dan Shanghai, Anies: Transformasi Tak Bisa Hanya Semalam
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Thejakartapost.com)

Mendagri Bandingkan Jakarta dengan Beijing dan Shanghai, Anies: Transformasi Tak Bisa Hanya Semalam

Selasa, 26 Nov 2019 | 16:40 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Belum usai soal pelaporan dana siluman Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan kembali ‘diserang’, kali ini datang dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Mendagri Tito menyebut Jakarta kini seperti situasi perkampungan jika dibandingkan dengan Beijing dan Shanghai di China. Hal itu diungkapkannya pada saat berpidato dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11).

"Kita '98 mungkin, 'Ah ini negara (China) dengan Jakarta saja kita lihat sudah seperti kampung.' Sekarang kebalik-kebalik. Pak Anies, saya yakin Pak Anies sering ke China. Kalau kita lihat, Jakarta kayak kampung dibanding dengan Shanghai," kata Tito seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Menjawab pernyataan Mendagri Tito, Anies yang juga eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menegaskan jika upaya yang dilakukan dua kota besar di China tersebut merupakan hasil transformasi yang sudah dilakukannya sejak beberapa dekade lalu.

“Jangan berpikir semua selesai dalam satu-dua malam, tapi kerja yang waktunya panjang. Karena itu, kita bicara pembangunan infrastruktur misalnya. Ini proses pembangunan yang cukup panjang," kata Anies saat ditemui di sela-sela acara yang dihelat di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11).

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini juga menilai kemajuan pesat di China terjadi karena perbaikan kebijakan publik dilakukan di semua daerah.

"China memberikan pelajaran bahwa lompatan drastis itu bukan satu-dua lokasi, tetapi di seluruh negeri. Jadi ini pesan yang menurut saya untuk kepala daerah menjadi menarik," ucap Anies.

Anies mengklaim transformasi pembangunan juga sedang dilakukan Jakarta dalam urusan infrastruktur, konektivitas jalan, dan telekomunikasi. Buah pembangunan, kata Anies, baru akan terasa sekitar dua dekade ke depan. Meski begitu, Anies mengklaim sudah ada perubahan yang terasa di Jakarta.

Dia memberi contoh kebiasaan warga Jakarta yang mulai beralih ke transportasi publik massal.

"Transportasi di Jakarta diintegrasikan antar rute, kemudian ticketing management. Apa yang terjadi? Di tahun 2017, jumlah penumpang kendaraan umum kita ada 338 ribu, dalam dua tahun itu berubah hampir 700 ribu. Lompat dua kali lipat dalam dua tahun. Kenapa? Ya karena ada transformasi serius di bidang integrasi transportasi," tutup Anies. (cnnindonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...