Mendagri Dukung Penerapan Pemberantasan Korupsi KPK

Karna H.
Sabtu, 16 September 2017 23:43 WIB
Oleh Karna H. pada Sabtu, 16 September 2017 23:43 WIB
Image Mendagri Dukung Penerapan Pemberantasan Korupsi KPK
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo/Foto: Istimewa

WinNetNews.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya tetap mendukung upaya pemberantasan korupsi yang telah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena hal ini merupakan kewenangan penegak hukum tersebut.

"Kita sangat setuju dengan pemberantasan korupsi yang diterapkan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menyelamatkan keuangan negara tersebut," kata Mendagri Tjahjo Kumolo, usai Seminar Nasional Pendidikan Kebangsaan: "Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Nasional" di kampus Universitas Khatolik Santo Thomas Medan, Sabtu (16/09/2017).

Menurut dia, seperti dikutip dari Antara, pencegahan dan pemberantasan korupsi dilakukan oleh KPK itu, disambut baik oleh institusi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Karena, KPK tersebut diberikan tugas negara," ujar Tjahjo.

Ia juga mengatakan, Kemendagri memberikan dukungan agar tidak terjadi pelemahan terhadap kinerja yang dilakukan KPK.

"Kita tidak menginginkan adanya pelemahan terhadap kegiatan anti rasuah yang melaksanakan aktivitas, dalam pemberantasan korupsi tersebut," ucap Mendagri.

Mendagri Tjahjo Kumolo berada di Medan, sejak Jumat (15/09/2017), dan menyerahkan SK pengangkatan RM. Harry Nugroho sebagai Plt Bupati Batubara kepada Gubernur Sumut HT Erry Nuradi sebagai perpanjangan pemerintah pusat.

Selanjutnya, Gubernur Sumut menyerahkan SK tersebut kepada Harry Nugroho yang ditetapkan menjadi pejabat pelaksana bupati, menyusul Bupati Batubara AZ ditangkap dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi sejak 13 September 2017.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Batubara AZ pada Rabu (13/09/2017) Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan tujuh orang.

Tapi dalam pemeriksaan, KPK hanya menetapkan status tersangka dan menahan lima orang dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait dengan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

Kelima orang itu adalah Bupati Batubara AZ, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara HH, dan pemilik dealer mobil ST sebagai pihak penerima.

Dua orang lagi adalah MS dan SA selaku kontraktor yang diduga sebagai pihak pemberi suap. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai dengan nilai Rp346 juta.

7 Benda ini Bisa Pengaruhi Kinerja di Kantor
Piala Dunia 2018: Saudi Arabia Tundukan Mesir 2-1

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.