(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mendagri Khawatir Dana Bansos Disalahgunakan

Rani
Rani

Mendagri Khawatir Dana Bansos Disalahgunakan

WInNetNews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, khawatir atas kenaikan dana Bantuan Sosial (Bansos) dalam APBD 2015. Dikhawatirkan nantinya dana Bansos itu disalahgunakan oleh pasangan calon incumbent dalam Pilkada Serentak 2015.

Tjahjo berharap agar dana tersebut tidak digunakan untuk kepentingan kampanye. Diketahui bahwa dari 269 daerah yang akan mengikuti Pilkada serentak Desember mendatang, 89 daerah diikuti oleh pasangan calon incumbent.

"89 daerah ini ada yang peningkatannya sampai 1.000 persen dana bansos. Tapi Kemendagri berpikir positif, mudah-mudahan dana Bansos yang meningkat itu tepat sasaran," ungkap Tjahjo dalam acara Rakornas Pemantapan Pelaksanaan Pilkada Serentak di Gedung Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (12/11/2015).

Jika diketahui adanya pelanggaran terkait dana Bansos, sudah pasti proses hukum akan dilaksanakan. Menurutnya jika di kemudian hari ada dana Bansos yang tidak tepat sasaran, seperti tidak cair serta ada pemotongan yang tidak benar, sehingga mengakibatkan aparatur di daerah dan DPRD ada masalah hukum karena rekomendasi KPK, maka jangan menyalahkan siapa-siapa.

Tjahjo lebih jauh mengatakan, apapun yang terjadi, Pilkada ini harus tetap dilaksanakan secara serentak. "Walaupun efektif efesien itu kalau dilihat dari anggaran itu ada peningkatan. Kalau biasa Rp 4,8 triliun, ini mencapai Rp 7,3 triliun," lanjutnya.

Dia berharap mudah-mudahan Pilkada 2017 ke depannya tidak ada pembahasan masalah yang berkaitan dengan dana Bansos dan hibah. Ke depannya dana Bansos harus sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran agar bisa dipertanggung jawabkan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});