Skip to main content

Mendagri: Sebagian Besar Warga Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran

Mendagri: Sebagian Besar Warga Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran
Mendagri: Sebagian Besar Warga Indonesia Belum Punya Akta Kelahiran

WinNetNews.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyoroti masalah kependudukan. Ia mengatakan warga yang memiliki akta kelahiran baru mencapai 30 persen.

"30 Persen penduduk Indonesia yang punya akta kelahiran. Saya berpikir ini kan gratis jadi harusnya bisa cepat. Akta ini kan esensial," kata Mendagri.

Hal ini disampaikan Mendagri di sela-sela acara pembekalan kepemimpinan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Badan Diklat) Kemendagri, Jalan Taman Makam Pahlawan No. 8 Kalibata, Jakarta Selatan, Jum'at, (22/4/2016).

Ini merupakan angkatan pertama dari kepala kepala daerah yang dilantik selama periode pilkada serentak. Jumlah kepala daerah yang hadir berjumlah 92 orang di antaranya, 78 orang Bupati, 11 orang Walikota dan 3 orang wakil Bupati.

Ia menilai akta kelahiran harus segera dibuat ketika anak baru lahir. "Saya berpikir akta itu harus dikasih di rumah sakit atau di manapun dia lahir. Jangan tunggu saat sudah keluar dari rumah sakit," ujarnya.

Selain akta kelahiran, Mendagri menyoroti soal Kartu Tanda Penduduk (KTP). Target Kemendagri pada periode tahun 2015 hingga tahun 2016 belum tercapai. "Dari 254 juta penduduk Indonesia yang seharusnya punya KTP, yang terekam datanya baru 158 juta. Kita harus mengefektifkan dinas dukcapilnya supaya masyarakat punya tanda pengenal seperti yang diharuskan," kata Mendagri.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top