Mendagri Tjahjo Mepertanyakan Soal Mundurnya Wali Kota Jakarta Utara

Mendagri Tjahjo Mepertanyakan Soal Mundurnya Wali Kota Jakarta Utara

Selasa, 26 Apr 2016 | 19:53 | Rike
WinNetNews.com-Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempertanyakan pengunduran diri yang dilakukan mendadak oleh Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi.

"Pejabat daerah tidak bisa mundur seenaknya. Harus ada alasan yang tepat, kecuali dia sakit, dia berhalangan tetap, baru dia boleh mengajukan mundur," ucapnya di Jakarta, Selasa.Sebaliknya, tambah dia, bila pejabat itu dalam keadaan normal, sehat, tak ada masalah apa pun, dan masa baktinya masih berlaku, maka pengundurannya perlu disertai alasan yang jelas."Walaupun DKI punya otonomi khusus, tetap harus dijelaskan kenapa dia mundur," ujarnya seusai dampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla buka seminar tentang otonomi daerah.

Ia tak melihat adanya perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) dengan Rustam Effendi jelang pemilihan kepala daerah di ibu kota."Saya melihat, mungkin ada ketidakcocokan antara atasan dan bawahan. Apa pun itu, antara atasan dan bawahan harus cocok. Hanya karena DKI itu khusus yang berhak mengganti, mengajukan, mengusulkan, dan melantik seorang kepala daerah, baik di wilayah Jakarta maupun Pulau Seribu adalah gubernur," tambah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.Oleh karenanya pula, Tjahjo dorong anggota dan pimpinan DPRD setempat untuk tanyakan pengunduran diri Wali Kota Jakarta Utara.

"Dia mundur karena apa? Kalau masa pensiunnya masih jauh, tidak sakit, tidak berhalangan tetap, maka tidak bisa seenaknya mundur. Dia itu digaji oleh negara untuk bekerja," kata Mendagri mengulangi pernyataannya.

Kalau ternyata Rustam Effendi diminta mundur oleh Gubernur DKI, maka Tjahjo bakal pertanyakan kepada yang bersangkutan."Karena posisinya sebagai wali kota tentu nanti kami akan tanyakan apa dasar pertimbangan yang bersangkutan diberhentikan, walaupun itu haknya gubernur karena DKI ini khusus. Beda dengan pemda lain yang melalui pilkada. Tapi dia kan ditunjuk oleh gubernur yang punya hak untuk memberhentikan," ungkap Mendagri.

Ketika dimintai komentar terkait gaya kepemimpinan Ahok, Tjahjo kutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang pernah jabat jadi Gubernur DKI Jakarta bersama Ahok sebagai Wakil Gubernur."Pak Jokowi mengatakan pemimpin itu ada yang suka (musik) rock, jazz, dan keroncong, tapi visi-misinya sama mempercepat pembangunan dan menyejahterakan rakyatnya," lanjutnya.Rustam Effendi sudah menyampaikan permohonan pengunduran dirinya pada Ahok, Senin (25/4) sore didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta Agus Suradika.

Sumber:antaranews.com

Foto: http://news.liputan6.com/

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...