Mendesak dibentuk, Sistem pembayaran nasional

Mendesak dibentuk, Sistem pembayaran nasional

WinNetNews.com – Dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Tercatat tahun lalu nilai transaksi e-commerce di Indonesia mencapai US$ 12 miliar atau mencapai Rp 168 triliun. Maraknya transaksi online di Indonesia mendorong kebutuhan sistem pembayaran nasional atau national payment gateway (NPG) semakin mendesak.

Selama ini transaksi e-commerce atau belanja online di Indonesia belum tercatat lebih lanjut. Karena itu, NPG akan mendorong industri maya ini menjadi lebih baik, Ujar Menteri Kominfo Rudiantara.

Sebagai informasi, NPG merupakan sinergi sistem pembayaran di Indonesia dengan ATM, mobile banking, dan internet banking menjadi satu kesatuan.

pria yang sering disapa RA ini di Jakarta, Rabu (7/10), Mengatakan "Diharapkan dengan adanya sistem pembayaran nasional ini, transaksi e-commerce menjadi lebih mudah dan terdokumentasi dengan baik,” Dia bilang, pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk membahas mengenai sistem pembayaran ini.

Budi Hartono, Vice President Electronic Banking Group Transaction Bank Mandiri mengusulkan, pemerintah harus menciptakan sistem pembayaran yang menjadi satu dengan sistem pembiyaaan . Hal ini memudahkan pemain e-commerce melakukan rekonsiliasi sistem keuangan.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Kementrian mengaku sedang menyusun roadmap atau peta panduan industri e-commerce. Beberapa poin penting di dalamnya antara lain tentang permodalan, pajak, transaksi, pendidikan dan sumber daya, logistik serta infrastruktur komunikasi.

Diharapkan setelah roadmap ini selesai dan berhasil, transaksi digital bisa mencapai US$ 135 miliar pada 2022. Tercatat hingga saat ini ,terdapat tiga operator pembayaran yang dikenal luas, yaitu Artajasa yang mengelola ATM Bersama, Rintis Sejahtera yang mengelola Prima, dan Daya Network Lestari yang mengelola ALTO