Mengaku ada Intimidasi Kepada Abah, Yasonna Sebut Colek-colek Ditempeleng Biasa

Mengaku ada Intimidasi Kepada Abah, Yasonna Sebut Colek-colek Ditempeleng Biasa

Minggu, 24 Apr 2016 | 21:47 | Rike
WinNetNews.com-Menkum HAM Yasonna Laoly akui ada intimidasi dalam proses penggeledahan atas dugaan adanya transaksi narkoba di dalam Lapas Banceuy. Intimidasi yang dilakukan oleh petugas kepada para napi agar mereka akui perbuatannya.

"Force, pengakuan dipaksa. Mungkin ada colek colek. Bukan penyiksaan beda, ditempelenglah kira kira. Biasalah," jelas Yasonna dalam konferensi pers di gedung Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (24/4/2016).Yasonna mengatakan, intimidasi itu adalah hal yang wajar. Karena biasanya orang yang lakukan kesalahan tak akan mengakui bila tak dipaksa. Selain itu, posisi Kalapas pun dipertaruhkan apabila ketahuan ada napi yang bertransaksi narkoba."Coba bayangkan ketakutan Kalapas, kalau enggak benar (jika ada pelanggaran di dalam Lapas), dia dicopot. Ada juga yang enggak peduli," ucapnya.

Tapi Yasonna pastikan pihaknya bakal melakukan pemeriksaan internal untuk mengetahui apakah ada pelanggaran prosedur di penggeledahan tersebut. Yasonna pun mempersilakan pihak kepolisian usut tuntas kasus tersebut hingga kasus ini terang."Urusan hukum biar polisi. Saya mau semuanya (sesuai) prosedur," ujarnya.

Tapi Yasonna memastikan, intimidasi itu bukanlah penyebab kematian Abah. Ia yakin Abah bunuh diri memakai tali celana."Kabelnya (yang digunakan untuk bunuh diri) itu, dari tali celana," tambah Yasonna.Yasonna menduga Abah stres dan panik sebab nyaris ketahuan bertransaksi narkoba. Karena jika betul-betul ketahuan bertransaksi narkoba, kebebasan yang 2 bulan lagi akan diterimanya, dicabut."Khusus almarhum stres kalau ketahuan melakukan pelanggaran, bebasnya dicabut, proses hukum baru. Mungkin saja dia stres dan panik," tutupnya.

Sumber&foto:detik.com

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...