Mengapa Idol K-Pop Rentan Depresi?
Sulli dan Jonghyun (foto: Tribunnews)

Mengapa Idol K-Pop Rentan Depresi?

Minggu, 20 Okt 2019 | 09:20 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com -  Setelah kasus kematian Sulli eks f(x) yang menggemparkan publik, banyak penggemar merasa khawatir akan kondisi Taeyeon SNSD. Hal ini ditengarai karena Taeyeon pernah menyampaikan bahwa dirinya sedang mengidap depresi.

Pengakuan wanita jebolan SM Entertainment tersebut dituliskannya melalui Instagram Story. “Tidak, saya menderita depresi. Saya berusaha agar membaik lewat perawatan anti depresan,” tulisnya kala itu.

Pengakuan Taeyeon dan kasus kematian Sulli memang menambah daftar panjang nama-nama idol K-Pop yang mengidap depresi. Sebelum Sulli, pada tahun 2017, member boy group SHINee, Jonghyun, juga mengaku jika dirinya mengalami depresi. Hal tersebut menuntunnya untuk melakukan aksi bunuh diri dengan menggunakan karbon monoksida pada tahun 2017 silam.

Beberapa hali menyebut jika selebriti memang sangat rentan mengalami depresi. Depresi sendiri adalah kondisi mental yang lebih berat dibandingkan stress. Ketika stress tidak lagi tertangani dan terus menumpuk, maka seseorang akan terkena depresi.

Ahli juga menyebut jika selebriti dan publik figur memang rentan terkena gangguan kejiwaan. Psikolog Michel Reynaund dan Paul Brosse menyebut jika artis, musisi, ataupun seniman merupakan jenis-jenis orang yang sensitive dan emosional. Hal ini, bagaimanapun juga, memberikan dampak baik bagi karir dan pekerjaan mereka, namun di sisi lain jug menimbulkan kerentanan akan gangguan kecemasan.

“Para seniman ini bisa dibilang sangat mudah merasakan emosi. Emosi mereka memang luar biasa. Namun ini juga berarti bahwa emosi dan sensivitas mereka bisa mengantar mereka ke jenis gangguan kecemasan, depresi, dan lainnya,” ungkao Michel, seperti dikutip dari Detik Health.

Selain itu, sebuah riset yang dikeluarkan dalam Journal of Phenomenological Psychology mengatakan jika selebriti sering mengalami beban ketenaran yang mereka susah menjadi diri sendiri. Dalam dunia selebriti, mereka dituntut untuk membagi kepribadian, antara tampil di depan umum dan tampil bersama keluarga atau rekan. Beban ketenaran yang sering dirasakan oleh mereka adalah seperti terisolasi. Mereka akan merasa kesulitan bertemu keluarga, tak mudah percaya dengan orang lain, dan rutin merasakan stres.

Kondisi depresi jika dibiarkan lebih lanjur akan menimbulkan dampak yang tidak main-main. Oleh karena itu, para penderita gangguan jiwa disarankan untuk berkonsultasi ke psikolog atau psikiater jika dirasa sudah mengalami tanda-tanda depresi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...