Mengapa Indonesia Memilih Shinkansen Jepang?

Yudha Raditya
Rabu, 05 Agustus 2015 14:37 WIB
Oleh Yudha Raditya pada Rabu, 05 Agustus 2015 14:37 WIB
Image Mengapa Indonesia Memilih Shinkansen Jepang?

image0

TOKYO - Pemilihan kereta peluru (Shinkansen) mendekati tahap keputusan dan bulan ini akan diputuskan oleh pemerintah Indonesia. Besar kemungkinan menggunakan Shinkansen Jepang karena banyak hal.

"Salah satu kehebatan penggunaan Shinkansen Jepang karena bukti pengalaman di dunia, sudah 51 tahun digunakan tak pernah sekali pun mengalami kecelakaan, ini sangat penting soal keselamatan dan keamanan berkereta api. Apakah Tiongkok punya catatan keamanan puluhan tahun tersebut? Bagaimana kualitas keretanya? Semua patut dipertanyakan di samping sistem teknis kereta juga berbeda dengan Indonesia," kata sumber Tribunnews.com, Rabu (5/8/2015).

Bukan hanya itu, dari segi uang pinjaman, Tiongkok memberikan bunga lebih tinggi, yakni sekitar 2 persen. Jepang hanya 0,1 persen. Jangka waktu pinjaman pun lebih pendek, yakni hanya 25 tahun. Jepang memberikan jangka waktu pinjaman 40 tahun. Lalu Tiongkok menawarkan pinjaman sekitar 4 miliar dolar AS. Sedangkan Jepang menawarkan pinjaman sekitar 4,5 miliar dolar AS.

"Itulah yang terpenting soal uang, kalau bunga besar repot bagi Indonesia untuk membayar kembali pinjaman tersebut," tambahnya.

Shinkansen yang akan dipakai di Indonesia adalah jenis E-7. Biaya tiket dihitung Rp 200.000 per orang. Menurut perhitungan pihak Jepang, dengan asumsi jumlah penumpang 44.000 per hari, maka pendapatan menjadi sekitar Rp 3,6 triliun di tahun pertama. Setelah 10 tahun, maka akan mencapai keuntungan.

Pembangunan dimulai tahun depan, 2016 dan diharapkan 2019 sudah bisa dilakukan uji coba sehingga operasional akhir tahun 2020 masyarakat Indonesia semua sudah bisa merasakan naik Shinkansen Jepang yang aman dan nyaman tersebut.

Jarak 180 km Jakarta-Bandung ditempuh hanya dalam waktu 36 menit. Proyek berlanjut Jakarta-Surabaya setelah Jakarta-Bandung tersebut selesai dioperasikan. Kecepatan maksimal untuk Indonesia, demi keamanan, nantinya pada awal penggunaan diperkirakan hanya 300 km per jam.

Cara Memakai Tas yang Tepat Agar Tidak Mencederai Tubuh
Rizal Ramli Klaim PT PLN Merugi Karena Jokowi Tidak Mendengarkan Nasihatnya

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.