Mengapa Kamu Sulit Tidur  Setelah Bertemu Tempat Tidur?
Foto: Pexels

Mengapa Kamu Sulit Tidur Setelah Bertemu Tempat Tidur?

Selasa, 14 Mar 2017 | 09:51 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Kamu sering merasa lelah sepanjang hari. Aktivitas yang padat, membuat kamu kurang beristirahat. Kadang kamu merasa mengantuk disela - sela aktivitas, dan kamu embuat secangkir kopi agar mata melek seketika. Tapi, begitu kamu melakukan empat puluh kedipan mata, matamu seperti terbuka lebar.

Ternyata, berbaring di tempat tidur namun tidak bisa tidur bisa dikarenakan AC dan dianggap salah satu masalah tidur yang paling umum.

Jadi mengapa hal itu terjadi?

Menurut spesialis obat tidur Philip Gehrman, asisten profesor psikiatri di University of Pennsylvania, itu karena sesuatu dalam lingkungan tidur kamu yang telah mengisyaratkan otakmu untuk masuk ke tempat tidur, dan harus "membangkitkan" kamu daripada membuatmu tidur.

"Jika seseorang tidur dengan baik, maka setiap malam mereka mungkin bisa tertidur di tempat tidur. Jadi ketika mereka naik ke tempat tidur itu memicu respon kantuk auto ini, "Gehrman kepada TIME .

Berkat dominasi smartphone, tablet dan laptop dalam hidup kita, bolak-balik di tempat tidur telah menjadi umum bagi banyak orang, tetapi faktor lain seperti memikirkan pekerjaan atau kekhawatiran juga dapat mengganggu tidur kamu.

Seperti dikutip dari Independent , cara yang paling jelas untuk mengatasi kondisi tersebut adalah tidak melihat layar atau lampu terang di jam sebelum tidur. Hal ini karena cahaya, terutama cahaya biru yang dilepaskan oleh layar, menekan produksi melatonin, zat kimia yang membuat tubuh kamu untuk tidur.

Demikian pula, para ahli di Psychology Today menyarankan berolahraga olahraga teratur pada siang hari, menghindari kafein, alkohol dan tembakau di malam hari dan tidak memaksa diri untuk tidur.

Sebaliknya, jika kamu mengalami kesulitan terkantuk-kantuk, bangun dan melakukan sesuatu yang santai sampai kamu merasa siap untuk pergi tidur.

Jika semuanya gagal kamu lakukan, kamu bisa mencoba terapi perilaku kognitif atau CBT-I yang melibatkan kunjungan rutin ke dokter yang akan membantu untuk mengubah jadwal tidur kamu dan kebiasaan buruk lainnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...