Mengeluh di Sosial Media? Lakukanlah dengan Bijak dan Benar

Rusmanto
Rusmanto

Mengeluh di Sosial Media? Lakukanlah dengan Bijak dan Benar ilustrasi
Winnetnews.com -  Komplain atau mengeluh di akun media sosial pribadi tentu sah-sah saja. Namun, seperti komplain di dunia nyata, mengeluh di dunia maya juga ada etikanya agar tidak membuat orang lain risih. Ingat, segala cuitan atau tulisan Anda yang terbit di internet dapat diakses oleh banyak orang. Terlebih jika komplain yang Anda maksud ditujukan untuk orang atau kelompok tertentu, baik secara langsung maupun tidak. Agar Anda menjadi warganet panutan, berikut panduan etika komplain di media sosial yang sebaiknya tidak diabaikan.

Etika komplain di media sosial

Sebelum cepat-cepat pencet “tweet” atau “post”, coba cek lagi tulisan Anda. Sudahkah cara komplain Anda di media sosial sejalan dengan etika di bawah ini?

1. Sampaikan langsung pada yang bersangkutan

Jika Anda ingin komplain tentang produk atau layanan jasa tertentu, tidak perlu marah-marah sendiri di linimasa Anda. Tujuan Anda komplain tentu untuk mendapat tanggapan dari pihak yang bersangkutan, bukan?

Maka daripada “bicara sendiri” dan tidak mendapat solusi, langsung saja utarakan keluhan Anda pada akun media sosial pihak atau perusahaan terkait.

Tidak sedikit, kok, perusahaan yang memiliki akun resmi untuk menjawab komplain setiap konsumen atau pelanggannya. Namun ingat, sampaikan dengan kata-kata yang sopan saat komplain di media sosial. Jangan terburu dibutakan emosi dan melampiaskannya dengan kata-kata kasar.

Jika keluhan Anda disampaikan dengan sopan, pihak terkait pun akan menghargai Anda dan cepat menanggapinya.

2. Unggah ulasan langsung di akun terkait

Apabila pengalaman belanja online Anda tidak memuaskan atau wujud barangnya tidak sesuai ekspektasi, Anda bisa menuliskan ulasan langsung di laman toko tersebut.

Misalnya pada keterangan produk tertulis bahan baju tersebut tidak tembus pandang, tapi setelah sampai dan Anda coba justru terlihat menerawang.

Nah daripada ngomel-ngomel sendiri, tuliskan dengan rinci apa yang menjadi masalahnya di bagian review. Namun ingat sekali lagi, komplainlah dengan sopan.

Dilansir dari Women’s Health, sekitar 88% konsumen baru mengandalkan ulasan online sebelum membeli sebuah produk. Maka biasanya penjual cenderung lebih responsif menanggapi komplain dan keluhan para pelanggannya.

Apa Reaksi Kamu?