Mengenai Penangkapan Pekerja Proyek di Halim PK, Wakil Ketua DPR : Sebaiknya tidak ada swasta yang menguasai daerah itu

Mengenai Penangkapan Pekerja Proyek di Halim PK, Wakil Ketua DPR : Sebaiknya tidak ada swasta yang menguasai daerah itu

Rabu, 27 Apr 2016 | 19:10 | Rike
WinNetNews.com-Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah turut beri suara soal penangkapan tujuh orang pekerja proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung yang dilakukan pihak TNI AU di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Menurut Fahri, aktivitas pengeboran yang dilakukan lima WNA asal Cina dan dua WNI itu masuk dalam aktivitas ilegal. Karena, aktivitas tersebut dilakukan di kawasan militer dan tak seizin otoritas yang berwenang.

"Kawasan Halim kawasan militer. Orang kritik saya, dibilang rak bisa bedakan lanud dan bandara. Sama saja, itu suatu kawasan militer," Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016).

Fahri menegaskan, baiknya tidak ada pihak swasta yang lakukan aktivitas di area objek vital negara seperti pangkalan militer. "Sebaiknya tidak ada swasta yang menguasai daerah itu. Berbahaya, swasta bisa kerja sama dengan orang yang tidak bisa kita kontrol. Jantung Ibu Kota ada di situ, jangan main-main."

"Sekarang baru ada penangkapan seperti ini, orang baru sadar bahwa itu rawan. Kita hargai wilayah militer, jangan biarkan musuh masuk," ungkapnya.

Dia pun beri catatan jika masih ada aktivitas sipil atau proyek pembangunan di kawasan Halim Perdanakusuma, baiknya negara ciptakan kawasan militer baru."Kalau mau ciptakan kawasan militer baru, silakan saja Halim diberikan ke BUMN secara penuh. Kalau ada kepentingan militer di situ, swasta harus hengkang. Apalagi swasta bekerjasama dengan asing," tegas dia.

Sumber:sindonews.com

Foto: http://www.dakwatuna.com/

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...