Mengenal Berbagai Hal Terkait Pap Smear
ilustrasi

Mengenal Berbagai Hal Terkait Pap Smear

Kamis, 27 Feb 2020 | 09:47 | Rusmanto
Winnetnews.com - Pap test atau biasa disebut Pap smear adalah pemeriksaan pada serviks (mulut rahim) untuk melihat sel-sel yang tidak normal. Jika sel-sel serviks yang abnormal ini tidak mendapatkan penanganan, hal itu bisa menjadi penyebab kanker serviks. Prosedur ini dilakukan dengan menempatkan speculum (alat yang digunakan melihat serviks) ke dalam vagina dan menggunakan tongkat khusus atau sikat lembut untuk mengumpulkan sel-sel dari luar serviks. Sel-sel kemudian dikirim ke laboratorium untuk pengujian.

Apa Itu Pap Smear?

Seperti penjelasan sebelumnya, Pap smear adalah prosedur skrining untuk kanker serviks. Prosedur ini menguji keberadaan sel-sel prakanker atau kanker pada serviks. Prosedur ini dapat mendeteksi perubahan pada sel-sel serviks yang bisa berkembang menjadi kanker di masa depan. Mendeteksi sel-sel abnormal sejak dini dengan prosedur ini adalah langkah pertama untuk menghentikan kemungkinan perkembangan kanker serviks.

Apakah Setiap Wanita Wajib Melakukan Pap Smear?

Beberapa pakar menyarankan bahwa seorang wanita harus melakukan Pap smear secara teratur setiap tiga tahun mulai dari usia 21 tahun. Sementara beberapa wanita mungkin berisiko lebih tinggi untuk kanker atau infeksi, oleh karena itu tes ini mungkin lebih sering dilakukan jika:

  • Positif HIV.
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah akibat kemoterapi atau transplantasi organ.
  • Ibu kandung terpapar diethylstilbestrol saat hamil.

Jika Anda berusia di atas 30 tahun dan belum memiliki sel-sel yang abnormal pada serviks, konsultasikan dengan dokter apakah perlu dilakukan tes kombinasi dengan skrining human papillomavirus (HPV).

HPV adalah virus yang menyebabkan kutil dan meningkatkan kemungkinan kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks. Jika Anda terinfeksi HPV, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

Sementara itu, jika anda berusia 30 hingga 65 tahun, bicaralah dengan dokter tentang opsi pengujian mana yang tepat untuk Anda:

  • Hanya Pap smear. Jika hasilnya normal, dokter mungkin memberi tahu bahwa Anda bisa menunggu tiga tahun hingga tes berikutnya.
  • Hanya tes HPV. Ini disebut pengujian HPV primer. Jika hasilnya normal, dokter mungkin memberi tahu bahwa Anda bisa menunggu lima tahun hingga tes skrining berikutnya.
  • Tes HPV bersama dengan Pap smear. Jika kedua hasil Anda normal, dokter mungkin memberi tahu bahwa Anda dapat menunggu lima tahun hingga tes skrining berikutnya.

Sedangkan wanita di atas usia 65 dengan riwayat hasil Pap smear normal mungkin dapat berhenti melakukan tes ini.

Meski begitu, Anda harus tetap mendapatkan Pap smear secara teratur berdasarkan usia, terlepas dari status aktivitas seksual. Hal itu dikarenakan virus HPV dapat tidak aktif selama bertahun-tahun dan kemudian tiba-tiba menjadi aktif.

Pada akhirnya, seberapa sering Anda memerlukan Pap smear ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk usia dan faktor risiko. Rekomendasi ini hanya berlaku untuk wanita yang memiliki serviks. Wanita yang telah menjalani histerektomi dengan pengangkatan serviks dan tidak memiliki riwayat kanker serviks tidak perlu melakukan tes ini.

Selain itu, rekomendasi harus disesuaikan secara individual untuk wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah , riwayat lesi prakanker, atau kanker.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...